• All
  • Berita
  • Kegiatan
  • Agenda
  • Informasi
  • Serba-Serbi
  • Olah Raga
  • Budaya Pariwisata
gravatar

Sertijab Kapolres Mojokerto

Kapoles Mojokerto bakal ganti kepala. AKBP Onto Cahyono yang sudah setahun lebih menjabat bakal digantikan AKBP Prasetijo Utomo. Sertijab bakal berlangsung hari ini, Jumat (18/6) di Mapolres Mojokerto.

Pergantian kapolres ini sebenarnya sudah diketahui sejak lama, bahkan sebelum Pilbup 7 Juni lalu. Namun agenda sertijab tertunda karena momen besar itu. Wakapolres Mojokerto Kompol M Difa Ardiansyah mengatakan pergantian jabatan kapolres ini sudah ditetapkan jauh hari. Telegram rahasia (TR) Kapolri tentang penggantian jabatan kapolres tersebut sudah berlangsung beberapa minggu sebelum Pilbup 2010. ''Malah sebelum kampanye, TR itu sudah turun," ujarnya.

Sertijab ini, lanjut Difa, akan dilaksanakan di Mapolres Mojokerto dipimpin Kapolwil Bojonegoro. ''Sedang malam harinya ada pisah-kenal di pendapa kabupaten," katanya.

Difa menuturkan, meski TR sudah turun jauh hari tetapi pelaksanaan sertijab dilaksanakan setelah pelaksanaan pilbup berlangsung. Hal ini, lanjutnya, disebabkan kapolres pengganti harus mengikuti masa magang seperti aturan yang ditetapkan Polri.

''Pak Prasetijo harus melalui masa magang terlebih dahulu, karena aturannya bagi yang baru pertama kali menjabat kapolres harus magang dulu," ujarnya.

AKBP Prasetijo Utomo sebelumnya menjabat sebagai Kasat II Pidana Ekonomi Polda Jatim. Selama pelaksanaan pilbup, Prasetijo juga mengikuti sebagai pejabat magang.

Onto Cahyono akan bertugas di tempat barunya di Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Jabar. Di masa kepemimpinan Onto, ada beberapa peristiwa menonjol. Diantaranya aksi kerusuhan 21 Mei di komplek Pemkab Mojokerto yang mengakibatkan 33 mobil terbakar. Juga ada kasus perampokan di Kampus Stikes Dian Husada, Kecamatan Puri, Senin (10/5), aksi perampokan Bank Jatim Cabang Pacet, Jumat (14/5) atau seminggu sebelum peristiwa 21 Mei.

Sumber : Jawa Pos


gravatar

Pelajar SD/MI yang Meraih Nilai UASBN Tertinggi di Kabupaten Mojokerto

Jelang Ujian, Setiap Hari Les Privat ke Rumah Guru

Kelulusan sekolah tahun ini, MI Mi'rojul Ulum, Jotangan, Kecamatan Mojosari juga patut berbangga. Lima dari 14 siswanya mampu meraih prestasi tingkat Provinsi Jatim. Mereka mendapat nilai Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) 28,50 dan menempatkannya pada peringkat II Jatim.

ABI MUKHLISIN, Mojokerto

---

ADELI Oktavia Islami, Nurrochmah Soviani, Shobirotul Ilmi, Willy Martavora Chornelis, dan Yuniati Widya Candra berkumpul di ruang kepala sekolah (kasek). Dengan tangan di atas paha, siswa MI Mi'rojul Ulum itu terlihat diam. Hanya sesekali, senyum mereka mengembang. Namun, pemandangan itu tak lama. Tak berselang lama, mereka kembali diam.

Di ruangan itu, lima siswa yang sudah mengharumkan nama sekolah dan lembaga MI di Kabupaten Mojokerto itu sedang ditemui beberapa orang. Antara lain, Kasek MI Mi'rojul Ulum, Hadi Al Anam, Pengawas Pendidikan Agama Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto, Siti Muniroh, Ketua Yayasan Mi'rojul Ulum, M Nawawi dan beberapa guru mata pelajaran.

Siang itu menjadi saat yang membahagiakan pagi kelima siswa tersebut. Mereka yang berangkat dari rumah belum mengetahui sedikit pun kabar kelulusan, akhirnya mendapat kepastian lulus. Tak hanya itu, namun mereka juga sudah menorehkan prestasi di tingkat Jatim. ''Kami sangat bangga sekali. Ini berkat dukungan guru dan orang tua,'' ungkap Adela Oktavia Islami yang diiyakan empat teman lainnya.

Sejak duduk di bangku kelas VI MI, seluruh siswa diberikan les atau pelajaran tambahan. Pelajaran tersebut diberikan satu jam lebih sebelum jam masuk kelas. Siswa sudah sampai di sekolah pukul 05.30. Hal itu dilakukan setiap hari efektif dan berlangsung hingga pukul 06.45.

Sebelum masuk kelas, masih ada waktu luang 15 menit. Tak langsung enak-enakan, waktu luang dimanfaatkan untuk briefing dengan membaca Yasin. ''Sore harinya masih ada privat di rumah guru mata pelajaran. Dimulai pukul 17.00 sampai pukul 20.00. Begitu setiap hari,'' ungkap Kasek MI M'rojul Ulum, Hadi Al Anam.

Les maupun privat tersebut dilakukan untuk persiapan UASBN. Sehingga, pelajaran yang diberikan menyesuaikan dengan mata pelajaran yang diujikan. Salah satu yang ditekankan adalah mata pelajaran Matematika. Selain itu, masih ada tryout.

Diantaranya, dari Kementerian Agama dua kali, kecamatan satu kali dan tryout lainnya sepuluh kali. ''Latihan mengerjakan soal sendiri juga berkali-kali,'' ujarnya.

Langkah-langkah mengasah kemampuan siswa menghadapi UASBN itu dibarengi dengan penguatan mental. Tak sekadar belajar dan terus belajar, namun para siswa juga tak lelah berdoa. Selain membaca surat Yasin, juga puasa sunah Senin dan Kamis. ''Kalau puasa, sebelum pelaksanaan UASBN,'' ungkap para siswa.

Semangat para siswa dan kegetolan pihak sekolah serta keluarga pun menuai hasil. Siswa MI tersebut berhasil meraih nilai UASBN yang menggembirakan. ''Kalau belajar di rumah, orang tua kami selalu menunggui,'' ungkap Widya yang juga langsung diiyakan teman-temannya.

Mereka juga mengaku, setiap belajar selalu mendapat perhatian orang tua. Ayah Adela Oktavia Islami sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan, ayah Nurrochmah Soviani berdagang baju, ayah Shobirotul Ilmi servis elektronik, ayah Willy Martavora Chornelis tukang sembelih ayam, dan ayah Yuniati Widya Candra menjadi PNS di Pemkab Mojokerto. Kini, mereka sedang getol belajar menyiapkan diri mengikuti tes masuk SMPN. ''Kami juga mengurangi nonton televisi,'' ungkap Willy.

Dengan prestasi para siswanya membuktikan kecilnya gedung sekolah tak menyurutkan semangat belajar siswa. Pun dengan para gurunya yang tak lelah menyemangati siswanya untuk belajar. Prestasi yang diraih pada kelulusan tahun ini bukan kali pertama. Sebelumnya, MI Mi'rojul Ulum itu sudah menyabet prestasi untuk nilai rata-rata. Tahun lalu, sekolah tersebut meraih peringkat ketiga se-Kabupaten Mojokerto.

Sumber : http://jawapos.co.id


gravatar

Peraih Nilai Tertinggi UASBN Tingkat SD/MI Se-Kota Mojokerto

Paling Kritis di Kelas dan Rajin Belajar di Internet

Selain tryout soal-soal ujian, para siswa juga disuguhi berbagai jenis soal dari sekolah. Namun, bagi Melisa, ada kunci sukses yang menuntunnya meraih rangking satu dalam UASBN tingkat SD/MI Se-Kota Mojokerto. Seperti apa?

IMRON ARLADO, Mojokerto

---

NAMA Melisa murid kelas 6 SD Taruna Nusa Harapan (TNH) 2 ini tiba-tiba melejit usai pengumuman nilai terbaik dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto. Kemarin siang, Darmo berkesempatan bertemu dengan bocah kutu buku tersebut.

Sekilas, anak ketiga dari pasangan Wydianto Gunawan, 55 dan Selvi Wudiastuti, 52 ini tak ada yang istimewa. Seperti layaknya murid SD pada umumnya. Ia pun juga sangat suka bermain. ''Bahkan, belajarnya juga biasa-biasa saja,'' kata Selvi saat ditemui di ruang kepala sekolah.

Meski frekuensi belajarnya standart, namun bocah kelahiran Mojokerto 6 Mei 1998 lalu ini mempunyai ciri unik meraih nilai terbaik. Diantaranya adalah dengan mengotak-atik internet dan berselancar di dunia maya. ''Tapi bukan untuk yang aneh-aneh. Karena internet hanya untuk menimba ilmu saja,'' cetus bocah berkacamata ini.

Bagi Melisa, internet sangat membantu dirinya dalam menyukseskan UASBN kali ini. Pasalnya, berbagai soal ia cari dan dipadukan dengan pelajaran yang ia terima saat di sekolah.

Hal itu diamini oleh Kepala SD Taruna Nusa Harapan (TNH) 2, Lusia Prasajawati, SPd. Ia menjelaskan bahwa beberapa guru di kelasnya memang seringkali 'dibantah' oleh Melisa lantaran tak sepedapat dengan gagasannya. ''Anaknya kritis. Jadi, kalau memang ada yang tidak cocok dengan pendapatnya, maka ia akan membahasnya hingga tuntas. Tapi kalau sudah dikasih tahu buku pedomannya, maka ia bisa menerima,'' ungkapnya.

Selain faktor anak, pihak sekolah juga mempunyai peran penting dalam membangun kecerdasan Melisa. Diterangkan Lusia, sebelum UASBN diselenggarakan, pihaknya sudah lima kali menggelar tryout. ''Empat kali dengan soal yang dibuat sekolah. Dan tryout sekali dari Dinas,'' cetusnya.

Tak hanya tryout. Sekolah ini juga memberikan waktu tambahan selama 2 jam setiap hari Senin sampai Kamis. Dua jam ini, dikatakan Lusia, adalah untuk mendalami semua mata pelajaran yang diujikan dalam UASBN.

Nilai tertinggi yang diraih oleh Melisa, ternyata tak membuat para guru di sekolah ini terperangah. Pasalnya, track record Melisa selama menjadi siswa di SD TNH 2 sudah banyak diperhitungkan oleh para guru.

Salah satu adalah guru kelas Melisa; Ahmad Satuma, S.Pd. ia menuturkan bahwa selama ia mengajar, Melisa memang mempunyai perbedaan dengan murid-murid yang lain. ''Bahkan, ia mempunyai banyak prestasi,'' terangnya.

Diantara prestasi yang pernah Melisa raih adalah juara pertama lomba olimpiade IPA tingkat SD/MI di Kota Mojokerto 2009 lalu, dan satu-satunya siswa di Kota Mojokerto yang menjadi wakil dalam olimpiade IPA SD Tingkat Jatim.

Perlu diketahui, Melisa mendapatkan Nilai Ujian Nasional (NUN) dengan total nilai 28.45. Masing-masing dari mapel Bahasa Indonesia 9.10, Mapel Matematika 10.00, dan IPA 9.25.

Sumber : http://jawapos.co.id


gravatar

Mojokerto Rusuh, Rusak Gedung DPRD dan Mobil Dinas


Sekitar 22 mobil hancur, 10 di antaranya dibakar massa dengan dilempari bom molotov, di halaman Gedung DPRD Kabupaten Mojokerto, Jumat (21/5). Kerusuhan pecah ketika di dalam Gedung DPRD berlangsung penyampaian visi misi tiga pasangan calon bupati/wakil bupati.

Sebagaimana dikutip dari Vivanews.com, sebanyak empat mobil habis terbakar. Salah satu di antaranya mobil dinas Wakil Walikota Mojokerto, Masud Yunus yang diundang menghadiri acara itu. Mobil lainnya yang juga ludes dilalap api adalah mobil dinas milik Pemkab Mojokerto berpelat nomor merah dan mobil pribadi milik karyawan berpelat hitam.

Kerusuhan itu terjadi sekitar pukul 09.10 WIB ketika puluhan massa unjuk rasa di depan pagar Gedung DPRD. Massa bersitegang dengan polisi saat memaksa masuk. Kemudian massa melampiaskan kemarahan kepada mobil yang diparkir.

Saat pasangan cabup-cawabup Suwandi–Wahyudi Iswanto memaparkan visi misi tiba-tiba sekolompok orang menggunakan yang menutup wajahnya dengan kaus putih dan gelap merusak pagar sebelah barat Kantor DPRD Kab. Mojokerto. Mereka masuk dengan berlari berpencar ke dalam halaman gedung sambil melempar bom molotov ke puluhan mobil dinas yang di parkir di sekitar.

Semula pembakaran itu di timur DPRD berlanjut ke depan Kantor Bappeda Mojokerto, dekat masjid, depan Kantor Satpol PP, depan Kantor Bawas dan dekat Pendapa Maja Tama Kab. Mojokerto. Puluhan karyawan Pemkab dibantu aparat memadamkan dari sumur pompa dan mendatangkan tiga mobil PMK.

Lalu, ada tiga pengunjuk rasa masuk lobi DPRD mengambil kursi yang dipukulkan ke benda apa saja yang ditemui. Termasuk ada sebagian anggota polisi yang kena pukul kursi oleh pelaku.

Polisi lalu memburu pelaku yang langsung kabur. Namun, polisi bisa menangkap 12 orang. Mereka mengaku berasal dari Kecamatan Bangsal. Sejumlah botol bom molotov disita, selain batang besi dan golok.

Kerusuhan itu tidak terduga karena sebelumnya kondisi aman di luar dan dalam Gedung DPRD. Lebih dari 100 polisi dikerahkan untuk pengamanan.

Meski di luar rusuh, penyampaian visi misi calon bupati di dalam Gedung DPRD berjalan lancar. Setiap pasangan calon diberi waktu 30 menit. Pasangan nomor 1, Mustofa Kamal Pasha – Chorul Nisa (Manis) menyampaikan visinya tuntas, dilanjutkan pasangan nomor 2 Wasis.

Pasangan incumbent ini baru menyampaikan visi misi 10 menit, tiba-tiba terdengar suara keributan dari dalam Gedung DPRD membicarakan aksi anarkis di luar gedung. Meskipun begitu penyampaian visi-misi akhirnya tuntas. Acara itu dihadiri 41 anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, Muspida, camat, ormas, berbagai elemen masyarakat.

Polisi selain mengejar pelaku, juga membunyikan tembakan peringatan ke udara beberapa kali. Pengunjuk rasa kocar-kacir, mereka lari tunggang-langgang. Ada yang ke Jl. Majapahit, masuk kawasan Kradenan, dan Jl Brawijaya.

Pantauan di lapangan, beberapa mobil terlihat hanya tersisa kerangka-kerangkanya. Sebagian mobil lagi kaca-kacanya hanya dipecahkan, meski sempat terbakar di bagian depan atau belakang mobil.

Sementara beberapa orang baik petugas kepolisian berpakaian preman dan berseragam melihat sisa-sisa mobil yang dibakar.

’’Saat ini kita masih mendata berapa mobil yang dibakar dan siapa saja yang ditangkap,’’ kata Kapolresta Mojokerto, AKBP Budi Riyanto kepada wartawan saat di lokasi.

Hingga pukul 10.30 WIB siang tadi, belum diketahui persis semua pemilik mobil yang dibakar. ’’Belum teridentifikasi milik siapa saja,’’ kata seorang anggota polisi di lokasi.

Sebelumnya demonstrasi besar-besaran oleh pendukung calob bupati Dimyati Rosyid terjadi saat dinyatakan oleh KPU tidak lolos kesehatan. Saat itu massa mendatangi Kantor KPU dan Panwas.

Sumber : http://jatim.vivanews.com/


gravatar

Kedangan Kloter 62 dan 63 Jamaah Haji Kabupaten Mojokerto

Tanggal 22 Desember 2009 ini, kloter 62 dan 63 jamaah haji asal kabupaten Mojokerto mulai berdatangan. Kedatangan kloter 62 datang sekitar pukul 18.00 dan kloter 63 dijadwalkan tiba di pendopo kabupaten Mojokerto pukul 21.30.

Dengan kedatangan ini, kami selaku wong mojokerto mengucapkan "selamat datang dan semoga menjadi haji mabrur.

This mail sending by Nokia.

Url : http://www.wongmojokerto.com


gravatar

Buruh Tolak UMK 2010

Penetapan UMK 2010 kemarin direaksi kalangan buruh. Sekitar 500 buruh dari berbagai perusahaan di kota dan kabupaten menggelar aksi menolak ketetapan UMK oleh Gubernur Jatim. Sebaliknya mereka mendesak pemerintah termasuk DPRD turut mencabut penetapan UMK dan menaikkan menjadi 50 persen dari semula.

''UMK yang sudah ditetapkan jelas tidak memihak kaum buruh, baik di kota maupun di kabupaten. Dengan demikian penetapan itu harus dicabut dan direvisi ulang," teriak Afik Irwanto, kordinator aksi yang mengatasnamakan Aliansi Buruh dan Rakyat Mojokerto (ABRM) saat berorasi di depan gedung pemkot.

Diantara ratusan butuh yang mengikuti aksi tersebut adalah dari FNPBI-Independen, PC PMII, SPI, FSPMI, BEM Unimas, Forum Buruh Mitra Binamandiri Makmur dan Forum Buruh Bokormas.

Tak hanya membentangkan spanduk penolakan UMK dan puluhan poster hujatan yang ditujukan pemerintah setempat, namun mereka juga membawa truk terbuka dan menggunakan pengeras suara berukuran besar. Dalam orasi yang dilakukan secara bergantian, mereka menilai UMK Kota 2010 sebesar Rp 805 ribu adalah produk kesepakatan Dewan Pengupahan Kota (Depeko), pengusaha dan Pemkot Mojokerto.

Dimana, prosedur yang dilakukan termasuk survei harga pasar untuk menentukan KHL (Kebutuhan Hidup Layak) tidak transparan. ''Kesepakatan usulan UMK itu hanya mendukung kepentingan pengusaha saja. Baik itu Disnaker atau pemkot sendiri," kata Khusairi peserta demo yang lain.

Selama sekitar 40 menit menggelar orasi, lima perwakilan aksi yang mewakili beberapa organisasi diizinkan menyampaikan tuntan mereka ke DPRD. Meski saat itu dewan sedang melakukan pembahasan RAPBD 2010.

Namun, sebelum masuk ke komplek pemkot, sebelumnya perwakilan sempat dihadang satpol PP yang menanyakan identitas masing-masing perwakilan. Beruntung, insiden yang sempat menyulut masa aksi itu tak berlangsung lama. Mereka akhirnya diperbolehkan menemui perwakilan anggota dewan setelah meninggalkan KTP.

Selama di gedung dewan, lima perwakilan termasuk dari unsur FNPBI-Independen dan PC PMII itu ditemui langsung Ketua DPRD Mulyadi dan Komisi III (Kesra). Masing-masing Sugeng Sudarno dan Ketua Komisi III, Nur Aida Rahayuningsih.

Dalam pertemuan yang berlansung selama 30 menit itu, perwakilan mendesak DPRD turut berpihak pada buruh atas hasil UMK. Yakni dengan mendorong eksekutif mencabut ketetapan yang ada dan menaikkan angka UMK sebesar 50 persen dari UMK 2009 Rp 760 ribu. ''Kami menilai UMK yang ada sekarang ini sangat tidak layak. Makanya ini harus segera dicabut dan naikkan menjadi 50 persen,'' kata Toha Maksum.

Di hadapan para wakil rakyat, perwakilan juga melontar kritikan terhadap proses penentuan UMK oleh Depeko. Selain dipandang tidak transparan, usulan yang sudah ditandatangani Wali Kota Abdul Gani Soehartono itu banyak kejanggalan. Semisal, unsur yang dilakukan kala survei pasar oleh Depeko tidak rasional. Disamping terlalu rendah, hal itu dianggap asal-asalan dan terkesan formalitas. ''Karena proses yang tidak fair itulah kami menolak UMK ini,'' tegasnya.

Ketua DPRD Mulyadi mengaku bakal menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan kalangan buruh tersebut. Salah satunya dengan mengambil langkah dengan memanggil Disnaker dan Depeko selaku pihak yang mengusulkan ke Gubernur Jatim. ''Ini (UMK, Red) adalah persoalan klasiks yang setiap tahun muncul. Sebab kami melihat Depeko dan Disnaker hampir tidak pernah mengoordinasikan dengan kami," terangnya.

Buruh Deadline Pemkab Seminggu

Selain di Kota Mojokerto, aksi juga dilakukan di Pemkab Mojokerto. Tepat di depan gerbang, massa aksi yang didominasi buruh tersebut terhadap barisan aparat kepolisian. Akibatnya, massa hanya bisa berorasi dan membentangkan poster di depan gerbang. ''Upah tidak sesuai dengan kebutuhan rakyat. Upah yang ditetapkan tahun 2010 belum layak. Pemerintah harus berani merevisinya,'' lontar korlap aksi, Siswanto dari atas truk.

Tak lama setelah bernegosiasi, akhirnya sejumlah perwakilan diperbolehkan masuk. Sesuai elemen yang tergabung, perwakilan diantaranya dari Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) Independent, PC PMII Mojokerto, SPI Mojokerto, FSPMI dan dari sejumlah perusahaan.

Perwakilan ditemui Wabup Mojokerto, Wahyudi Iswanto, Kepala Disnakertrans, Agus M Anas dan Kapolresta Mojokerto. Selama pertemuan, buruh maupun mahasiswa mendesak Pemkab Mojokerto merevisi SK Gubernur tentang UMK. UMK tahun 2010 yang ditetapkan Rp 1.009.150 dinilai terlalu kecil. ''Buruh belum menerima upah yang layak,'' lontar Heri Subagio dari FSPMI sembari mengusulkan adanya tim independent selain dewan pengupahan dalam melaksanakan survei.

Terhadap UMK untuk Kabupaten Mojokerto, Wahyudi Iswanto mengatakan, dari rangking yang ada, masuk rangking tiga. Soal merevisi, pihaknya tidak langsung memberikan kepastian. ''Ini nanti akan kami sampaikan ke Pak Bupati. Kan harus dibahas dulu,'' katanya.

Mendapat jawaban tersebut, para pewakilan meminta kepastian. ''Kami hanya ingin kepastian. Pemkab sanggup merevisi atau tidak?'' lontar seorang perwakilan.

Karena kembali mendapat jawaban sama, mereka pun menjatuhkan deadline. Mereka memberikan kesempatan kepada pemerintah selama seminggu untuk memberikan kepastian. ''Seminggu lagi, akan kami tagih,'' tegas Heri Subagio. Usai memberikan deadline tersebut, mereka pun kembali bergabung dengan massa yang menunggu di luar dan membubarkan diri.

Sumber : Wong Mojokerto | http://jawapos.co.id/

--
Liputan Berita dan Informasi Mojokerto ini dikirim melalui Situs SigitSasongko.Com - My Inspiration By Learning http://sigitsasongko.com


gravatar

Mobil Patroli Dipasangi GPS

Polres Mojokerto membuat gebrakan, Jumat (11/12) pagi. Kali ini, sebuah peralatan canggih asal luar negeri dipasang di setiap mobil patroli. Di Jatim, pemasangan alat itu adalah untuk pertama kalinya. Alat tercanggih itu adalah Global Positioning System (GPS). Software yang berfungsi untuk mengetahui posisi mobil yang sudah terpasang alat seharga Rp 3 jutaan per unit itu. ''Polres Mojokerto adalah satu-satunya polres di Jawa Timur yang mempunyai alat tercanggih ini,'' kata Kapolres Mojokerto, AKBP Onto Cahyono.

Alat serupa, juga dimiliki oleh Polda Jabar. Menurutnya, pemasangan GPS pada setiap mobil patroli di seluruh Polsek se-Kabupaten Mojokerto tersebut berfungsi untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat, mobilitas petugas, dan meningkatkan kinerja aparat kepolisian. Dalam launching yang dihadiri oleh wakil bupati Mojokerto Wahyudi Iswanto, satu regu anggota Batalyon 503, Kodim, satker-satker se-Kabupaten Mojokerto itu, Onto juga menerangkan beberapa kelebihan dari alat berukuran 10 sentimeter persegi itu. Diantaranya adalah mengetahui keberadaan mobil patroli berada, arah perjalanan mobil, kecepatan, dan mampu mengetahui jika alat tersebut dimatikan. ''Benar-benar canggih. Mobil itu bisa dilihat dengan jelas oleh petugas yang ada di Mapolres sini,'' tukasnya. Sementara itu, Kasatlantas Mojokerto, AKP Lamudji, kepada Radar Mojokerto mengatakan peluncuran mobil patroli ber-GPS ini bakal terus dikembangkan. ''Yang jelas, Satlantas akan terus membuat inovasi untuk pelayanan terhadap masyarakat,'' tuturnya.

GPS ini, diungkapkannya, sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat jika terdapat masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dengan cepat. Mobil patroli yang dilengkapi dengan alat itu bakal bisa memantau lewat LCD yang sudah terpasang. ''Petugas juga menjadi sangat mudah untuk mendatangi TKP,'' ungkapnya. Selain mengenalkan program GPS ini, Polres Mojokerto juga meluncurkan program SMS Online Polres Mojokerto. Yakni SMS Tilang, Laka, Info, dan SMS Box. Keempat SMS ini, duharapkan Lamudji bakal mampu meminimalisir keluhan masyarakat yang selama ini jarang ersampaikan ke petugas kepolisian. ''Kalau ada kecelakaan, atau ada kejadian apapun yang membutuhkan bantuan kepolisian, hendaknya SMS saja ke 0857 316 50000,'' jelasnya. Sebelumnya, 1.500 orang mengikuti Roadshow dengan mengambil start di Pendapa Kabupaten Mojokerto melewati Jalan Majapahit, Jalan Jayanegara dan finish di Mapolres Mojokerto. [Jawa Pos]

Sumber : Wong Mojokerto | http://jawapos.co.id/
--
Liputan Berita dan Informasi Mojokerto ini dikirim melalui Situs SigitSasongko.Com - My Inspiration By Learning http://sigitsasongko.com


gravatar

Wong Mojokerto (pusat perkulakan sepatu trowulan)

Judul Informasi : pusat perkulakan sepatu trowulan

Silakan Masukkan Informasi : awal mula berdirinya pusat perkulakan sepatu trowulan

Pilih Kategori : Informasi

Nama Kontributor : z'rix

Situs/Website (Opsional) :


--
Date/Time: 2009-12-10 17:51:39 PST
Sender IP: 125.164.198.114 [Indonesia] | amktzhs9eylfy26o
Referrer: http://www.wongmojokerto.com/2009_08_01_archive.html




Facebook - Testimonial - Sitemap