Hujan Turun, Mojokerto Waspada
Hujan yang sudah mulai turun dalam beberapa hari terakhir, membuat Pemkab Mojokerto waspada. Hal itu menyusul keberadaan Kabupaten Mojokerto yang dikurung ancaman bencana. Bakesbangpol Linmas setempat bahkan sudah menyiapkan surat imbauan waspada bencana untuk seluruh camat.
Hasil inventarisasi yang dilakukan Bakesbangpol Linmas, 14 dari 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto rawan bencana. Selain bencana banjir, juga longsor. Hal itu disebabkan di Kabupaten Mojokerto terdapat banyak sungai dan sebagian tebing.
Ancaman banjir terjadi di 12 kecamatan. Sedangkan, longsor di lima kecamatan. Sehingga, terdapat tiga kecamatan yang mendapat ancaman bencana banjir dan longsor. Antara lain, Gondang, Ngoro, Jatirejo. ''Sekarang ini sudah awal penghujan. Kami sudah menyiapkan surat imbauan waspada bencana. Surat tersebut akan disebar ke camat-camat,'' ungkap Kepala Bakesbangpol Linmas Kabupaten Mojokerto, Mustain kemarin.
Selain menyebar imbauan waspada, pihaknya juga segera membuka posko bencana. Posko yang sedianya ditempatkan di kantor Bakesbang tersebut untuk mengakomodir seluruh laporan. Baik kecamatan, desa maupun masyarakat umum diharapkan segera melaporkan setiap ada tanda-tanda bencana. ''Dari laporan itu, kami akan menindaklanjuti. Kalau memang mengharuskan evakuasi, ya akan dievakuasi,'' katanya.
Terkait ancaman bencana seiring turun hujan, dikatakan Mustain, pihaknya juga mewaspadai keberadaan lokasi wisata. Pasalnya, sebagian besar tempat wisata di Kabupaten Mojokerto adalah wisata alam yang berada di wilayah pegunungan. ''Kami sudah calling dengan Dinas Pariwisata untuk antisipasi itu,'' ujarnya.
Kalau terus turun hujan, dan membahayakan, menurutnya, agar dilakukan langkah antisipasi. ''Termasuk, kalau harus dilakukan tindakan penutupan,'' katanya.
Berbeda dengan turun hujan bulan Oktober lalu, hujan kali ini hampir menyeluruh. Termasuk daerah pegunungan. Salah satunya wilayah Kecamatan Pacet. Camat Pacet, Ardi Sepdianto mengatakan, Pacet sudah tiga kali diguyur hujan. Menyusul kondisi tersebut, pihaknya mengaku sudah melakukan langkah waspada banjir. ''Minggu kemarin, kami sudah menyebar selebaran berisi imbauan waspada bencana. Warga agar cepat melaporkan,'' katanya.
Langkah itu, menurutnya, selalu dilakukan setiap kali datang musim penghujan. Terlebih terhadap warga di desa-desa yang rawan longsor. Di Pacet terdapat sepuluh desa yang rawan tersebut. Antara lain, Padusan, Mojokembang, Cembor, Claket, Pacet, Nogosari, Sumberkembar, Sajen, Kemiri, dan Wiyu.
Sumber : Jawa Pos


