Kelapa Sekolah se-Mojokerto ke Singapura
Rombongan kepala sekolah (Kasek) negeri di Kota Mojokerto mulai Kamis (19/11) besok bakal bertolak ke Singapura. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut untuk mengikuti workshop dan seminar pendidikan tingkat intenasional. Selain itu, mereka akan menggelar kunjungan kerja (kunker) dengan mendatangi sekolah yang ada di negara tersebut.
Informasi yang dihimpun Darmo, kasek yang ikut serta dalam rombongan itu terdiri dari delapan kasek SMP, masing-masing dari Sekolah Berstandar Nasional (SSN) dan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) ditambah satu Kasek yakni SMAN 2.
''Rata-rata semua guru SMPN ikut dalam rombongan itu. Untuk rencana keberangkatannya katanya hari kamis besok," ungkap salah satu sumber pada Darmo.
Meski demikian dia mengaku tidak mengetahui jelas dari mana program dan anggaran yang membutuhkan puluhan juta rupiah tersebut. ''Tidak jelas apakah itu program dari sekolah atau Dinas P dan K. Tapi kalau benar ke sana (Singapura, Red) sudah tentu membutuhkan anggaran besar," tambahnya.
Kepala SMPN 2 Kota Mojokerto Hermin Titisnawati mengungkapkan, keberangkatan para Kasek ke Singapura tersebut bukanlah program dari Dinas P dan K. Melainkan, berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim yang bekerjasama dengan salah satu lembaga pendidikan. ''Agendanya adalah untuk penguatan mutu pendidikan. Terutama bagi sekolah yang berstatus SSN dan RSBI," ungkapnya.
Sesuai jadwal yang ada, Hermin tidak menepis jika rombongan para Kasek tersebut akan bertolak ke Singapura pada Kamis (19/11) besok. Yakni dengan diikuti oleh semua Kasek SMPN di Kota Mojokerto. ''Hanya meninggalkan Pak Wayan (Kasek SMPN 1, Red) sebab beliaunya dalam waktu bersamaan mengikuti agenda RSBI di Jakarta," terangnya.
Dia mengatakan, lantaran bukan bagian dari program Dinas P dan K, untuk biaya transportasi dan akomodasi, peserta yang mengikuti acara tersebut menggunakan biaya pribadi. ''Karena ini untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di kota, maka harus dimanfaatkan dengan baik," terangnya.
Selama berkunjung ke sekolah-sekolah nanti, Hermin mengaku hal itu dianggapnya cukup penting. Baik meliputi program, kegiatan hingga metode sekolah yang dipakai. ''Kalau ada metode yang lebih baik sudah tentu akan kita transfer ke kota. Begitu sebaliknya," ujarnya. ''Termasuk update program pendidikan," tukasnya.
Berbeda halnya dengan Kasek SMAN 2 Arifin Subekhi. Kendati dia bakal berangkat bersamaan, namun SMPN 2 yang berstatus RSBI sebelumnya mempunyai inisiatif dan program sendiri, termasuk anggaran yang digunakan. Yakni bertujuan untuk mencari mitra sekolah di luar negeri. ''Agenda itu inisiatif kami sendiri. Bukan dari dinas atau Dinas Pendidikan Provinsi,'' akunya.
Selain mencari mitra pendidikan di luar negeri, Arifin menuturkan, dari agenda itu, diharapkan ke depan SMAN 2 nanti tidak kesulitan untuk mencari partner pendidikan. Tentunya, meliputi perencanaan program, kegiatan sekolah serta metode terbaik bagi SMAN berstatus RSBI. ''Bila perlu nanti ada pertukaran guru dan pelajar. Termasuk saling tukar action plan dan program unggulan yang dimiliki masing-masing sekolah," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas P dan K Suharto membenarkan jika Kasek SMPN dan SMAN bakal mengikuti workshop, seminar pendidikan tingkat internasioanal dan kunker sekolah di Singapura. ''Program itu bukan dari dinas. Selain tidak ada anggaran kami tidak pernah menjadwalkan itu. Artinya siapa yang ikut serta ya harus dengan biaya sendiri," paparnya.
Sumber : Jawa Pos


