PHK Mojokerto Berlanjut sampai 2010
Aktivis buruh di Kabupaten Mojokerto belakangan ketar-ketir. Hal itu menyusul masih besarnya ancaman PHK yang menghantui para buruh. Terlebih setelah mereka mencium kemungkinan terjadinya kenaikan tarif daftar listrik (TDL) dan BBM.
Demikian itu dilontarkan aktivis Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) Independent Mojokerto, Hari Cahyo kemarin. Kasus PHK yang terjadi belakangan ini sudah sangat tinggi. Terhitung sejak September 2009 sampai sekarang, tercatat sudah 500 orang yang terkena PHK. Mereka harus rela kehilangan pekerjaan yang sekaligus pundi-pundi pendapatan keluarganya. ''Ini hanya yang kita tangani. Kami tidak tahu yang ditangani serikat lain. Kalau total setahun, bisa juga 5.000 orang lebih yang terkena PHK,'' katanya.
Jumlah tersebut, menurutnya, merupakan PHK murni yang dilakukan pihak perusahaan. Belum lagi dengan PHK terselubung yang juga banyak terjadi di Kabupaten Mojokerto. ''Saat ini, banyak perusahaan yang mengganti tenaga kerja menggunakan out sourcing,'' ujarnya.
Lebih miris lagi, kondisi itu diperkirakan bakal terus terjadi. Sebab, menurutnya, pada Januari 2010 nanti akan ada kenaikan TDL dan BBM. Dampak yang jelas-jelas akan dirasakan adalah PHK. ''Januari nanti TDL dan BBM kabarnya kan naik. Saat itu, perusahaan akan ramai-ramai mengaku keuntungannya berkurang. Sehingga, yang terjadi kemudian, dilakukan pengurangan tenaga kerja,'' katanya.
Menyusul adanya kabar tersebut, pihaknya memprediksikan bakal berlanjut sampai bulan Maret 2010. Namun, pihaknya belum bisa memperkirakan jumlah PHK yang bakal terjadi.
Hanya, pihaknya tambah dibuat ketar-ketir dengan kondisi sekarang. Pemerintah daerah, menurutnya, kurang respons terhadap persoalan ketenagakerjaan. Terlebih kaitannya dengan ancaman PHK. Pun terhadap kinerja pengawasan di Disnakertrans yang dinilai lemah. ''Sudah banyak persoalan yang masuk, tapi belum juga disikapi. Bahkan, Disnakertrans sendiri yang sudah beberapa kali didemo, ya begitu-begitu saja,'' katanya.
Sebagaimana diketahui, FNPBI Independent Mojokerto sempat menggelar aksi di Disnakertrans. Hal itu terkait puluhan buruh di Jetis yang terancam PHK. ''Kami sekarang sedang mengupayakan, jangan sampai ancaman ini benar-benar terjadi,'' tegasnya.
Sumber : Jawa Pos


