Sampah Kota Mojokerto Dialihkan ke Blooto
Pemkot Mojokerto rupanya masih dipusingkan dengan persoalan sampah. Setelah TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di Lingkungan Randegan, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto dinilai tak memenuhi syarat, pemkot berencana bakal mengalihkan sampah ke wilayah barat yakni di Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon. Bahkan saat ini pemkot sudah melakukan sosialisasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan mencari akses jalan menuju lokasi.
Dikatakan Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan (DKP) Sutarwanto, pemindahan lokasi TPA, dilatarbelakangi beberapa hal. Diantaranya, TPA Randegan yang setiap hari menampung sampah 250-300 kubik per hari diproyeksikan usia tampung sampai 2012. ''Banyaknya sampah yang masuk ke TPA, kami proyeksikan TPA Randegan akan mampu menampung sampai 2012," ungkapnya.
Selain dari sisi penampungan, Sutarwanto mengaku sebenarnya lokasi TPA Randegan tersebut dinilai tidak memenuhi syarat. Khususnya, dari sisi Amdal dan kesehatan warga. Sebab, idealnya sebuah TPA, lanjut Sutarwanto minimal berjarak 2-3 kilometer dengan luas lahan 3,5 hektare dari perumahan penduduk. ''Salah satu alasannya juga untuk menghindari perumahan warga. Karena jarak antara TPA Randengan dan perumahan warga saat ini cukup dekat,'' imbuhnya.
Sebagai tahapan rencana pemindahan lokasi, saat ini pemkot sudah melakukan tahapan awal. Yakni melalui Kantor Lingkungan Hidup (KLH) melakukan sosialisasi pada 3 keluharan berbeda. Masing-masing Kelurahan Mentikan, Pulorejo dan Blooto. Pasalnya, tiga kelurahan tersebut berkaitan dengan kedekatan lokasi dan akses jalan menju TPA. ''Soal Amdal KLH sudah bekerjasama dengan Unibraw dengan melaksanakan sosualisasi pada kelurahan dan kecamatan," terangnya.
Memang dalam beberapa tahun terakhir ini, TPA Randegan menjadi salah satu tempat penampungan sampah tunggal yang dimiliki Pemkot Mojokerto. Namun karena luasnya hanya sekitar 2,7 hektare, perlahan-lahan lokasinya diperkirakan tak akan mampu menampung sampah sampai beberapa tahun ke depan. ''Apalagi sekarang semua sampah tertuju ke timur. Entah itu dari Kecamatan Magersari atau Prajurit Kulon. Sehingga bila itu terus dilakukan relatif kurang bagus," urainya.
Dia menjelaskan, selain penyusunan Amdal yang hasilnya akan diusulkan pada tahun 2010, DKP juga melakukan penyusunan letak dan tata ruang. Meliputi bangunan fisik, pengolah sampah, pagar hingga akses jalan menuju lokasi. Termasuk upaya penanam pohon dan ruang tata hijau. ''Tapi untuk anggaran fisik yang diajukan untuk pembangunan 2011, kita belum tahu berapa anggaran yang dibutuhkan,'' paparnya.
Kendati demikian, Sutarwanto mengaku pemindahan TPA nanti tidak mutlak dilakukan. Menyusul, dia mengaku untuk pengurangan penumpukan sampah di TPA Blooto, DKP sudah menggunakan sistem komposting. Yaitu mengubah sampah basah dan kering menjadi pupuk organik dan granul. ''Dengan begitu nanti pembuangan sampah bisa dipecah. Rendegan untuk wilayah timur dan Blooto untuk wilayah barat," tandasnya.
Fasilitas Jembatan Akses TPA Blooto Hilang
Sementara itu, fasilitas jembatan yang akan digunakan sebagai akses menuju TPA Blooto di Lingkungan Balongkrai, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon kondisinya memprihatinkan. Selain tak terawat, dua besi pengaman jalan masing-masing sepanjang 8 meter diketahui hilang. Diduga, besi jembatan yang dibangun sekitar tahun 2003 lenyap, lantaran di curi sekitar dua bulan lalu. Akibatnya, selain kerugian yang ditaksir mencapai Rp 5 juta, keselamatan pengguna jalan terancam.
Achmad Husni, salah satu warga menuturkan, hilangnya dua besi pengaman jalan tersebut sebenarnya terjadi sejak lama. Namun warga yang biasa melintasi atau berada di sekitar jembatan tidak satupun yang mengetahui kapan besi pengaman tersebut di curi. ''Besi pengaman itu hilang sudah lama. Kira-kira 2-3 bulan lalu,'' ujar petani asal Kelurahan Blooto yang ditemui Darmo di sekitar jembatan, kemarin.
Memang, sejak kali pertama dibangun antara tahun 2003-2004 lalu, jembatan tersebut hingga kini belum difungsikan sebagaimana mestinya. Menyusul, jembatan sendiri akan difungsikan manakala keberadaan TPA Blooto mulai dibuka.
Menurut Husni, mulanya saat dibangun dua sisi jembatan dilengkapi dengan besi pengaman. Masing-masing berada di sisi barat dan timur. Untuk satu sisi, terdapat dua besi berdiameter sekitar 10 dim. ''Sejak besi-besi itu hilang sampai sekarang kondisinya tetap sama. Tidak ada yang mengganti atau memperbaiki,'' terang petani yang juga pemburu burung sawah itu.
Dari pantauan Darmo selain besi, pada jembatan yang belum teraspal itu, rupanya pelaku tidak menyisakan mur dan but besi. Itu terlihat dari bekas-bekas nat penyambung antara besi pengaman dan jembatan. Sehingga yang ada sekarang, pada sisi jembatan sebelah timur tidak dilengkapi pengaman. ''Kondisinya ya seperti itu. sekarang hanya menyisakan bekasnya saja,'' tambahnya.
Perihal hilangnya fasilitas jembatan tersebut, Lurah Pulorejo Dodik Heryana mengaku belum mengetahui sebelumnya. Sebab, meski sebagian warga sudah banyak yang tahu, tetapi pihaknya belum pernah mendapat laporan dari warga atau dinas terkait. ''Baru kali ini kami mengetahui jika fasilitas jembatan ini ada yang hilang. Sebelumnya kami tidak pernah mendapat laporan," ujarnya.
Menurutnya, terakhir kali melintas pada enam bulan lalu, fasilitas jembatan pada waktu itu masih utuh. Baik besi pengaman, mur maupun baut jembatan. ''Mungkin hilangnya besi itu sekitar dua bulan lalu. Karena, terakhir saya melihat masih dalam keadaan utuh," paparnya.
Dia menduga pencurian tersebut terjadi lantaran lokasinya jauh dari wilayah perumahan warga. Baik dari Blooto maupun Kelurahan Pulorejo sendiri. ''Apalagi lokasi ini (jembatan, Red) ada di tengah area persawahan," bebernya.
Karenanya, atas peristiwa tersebut, rencananya pihak kelurahan bakal melaporkan pada dinas terkait dan kepolisian setempat. Pasalnya bila aksi pencurian fasilitas umum tersebut dibiarkan, khawatir pelaku kembali berulah dengan mencuri besi yang masih tersisa. ''Tentu kalau dibiarkan bukan tidak mungkin pelaku kembali berulah. Makanya ini harus disikapi,'' tegasnya.
Sumber : Jawa Pos


