• All
  • Berita
  • Kegiatan
  • Agenda
  • Informasi
  • Serba-Serbi
  • Olah Raga
  • Budaya Pariwisata

Menampilkan 37 dari 83 entri terbaru dari Agustus 2009. Tampilkan entri lawas

gravatar

Ramadhan, Karya Budaya Libur

Selama bulan suci Ramadhan, ludruk Karya Budaya Mojokerto tidak beraktivitas alias libur total. Pasalnya, selama bulan puasa tersebut, tanggapan teropan ludruk pun nyaris tiada.

Selama libur total bulan puasa, seniman dan seniwati ludruk Karya Budaya kembali beraktivitas keseharian, selain ngeludruk mereka sehari-harinya juga kerja ke sawah, salon, buka warung, kreditan pakaian dan lain-lain, kata Pimpinan Ludruk Karya Budaya Mojokerto Eko Edi Susanto yang akrab disapa Edi Karya ketika dihubungi hari Rabu (26/8), di Mojokerto.

Menjelang bulan puasa lalu, pihak Karya Budaya membagi-bagikan rejeki sebesar Rp 200.000 kepada setiap seniman dan seniwati anggota ludruk Karya Budaya. Hal itu sudah menjadi tradisi keluarga besar komunitas ludruk Karya Budaya Mojokerto.

Sumber : Kompas


gravatar

Puluhan Motor Diamankan

Masih maraknya kendaraan bermotor yang menggunakan knalpot telo alias brong memantik jajaran Polresta Mojokerto untuk turun tangan. Salah satunya dengan menggelar operasi penertiban motor di Jl Hayam Wuruk Timur Sabtu (29/8) malam. Hasilnya, petugas berhasil menyita 80 motor bermasalah.

45 diantaranya diketahui menggunakan knalpot telo dan mengganti kelengkapan motor tidak sesuai standart yang ditentukan. ''Belakangan kami kerap menerima pengaduan motor dengan suara keras dan bising dari masyarakat," ungkap Kasatlantas Polresta Mojokerto AKP Lamudji.

Operasi yang berlangsung pukul 20.30 itu menurunkan sekitar 50 personel. Terbagi atas berpakaian seragam lengkap dan preman. Selama operasi untuk lebih efektif, petugas lantas membagi dalam dua tim dengan jarak yang berdekatan. Satu di pengujung Jl Hayam Wuruk Timur atau di kawasan Jogging Track Mojokerto (JTM). Sedangkan lainnya menghadang kendaraan yang datang dari arah Jl Gajah Mada atau tepat di bawah Jembatan Gajah Mada.

Dari ratusan motor yang terjaring operasi, petugas memfokuskan pada motor yang tidak sesuai standar atau tidak memenuhi kelengkapan kendaraan. Diantaranya, menggunakan knalpot telo alias brong, menggunakan ban dan veleg lebih kecil dari ukuran sebenarnya, motor ceper, plat nomor, helm tak standar hingga kelengkapan surat kendaraan dan SIM pengendara.

''Jika keberadaan motor tak standart dibiarkan, kami khawatir akan meresahkan warga. Lebih-lebih saat melintas di jalan perkampungan atau lingkungan," kata Lamudji.

Untuk memastikan kendaraan yang dikendarai bisa mengancam keselamatan, petugas tidak hanya memeriksa kelengkapan kendaraan. Namun, setiap knalpot yang tidak sesuai aslinya tak luput dari pemeriksaan. Bahkan, petugas tidak jarang menjajal kebisingan knalpot motor di depan pemiliknya.

''Ini tidak standar amankan!'' teriak salah satu petugas. Meski begitu untuk motor yang masih dalam kondisi standar namun tidak dilengkapi dengan kelengkapan surat atau SIM, petugas juga mengamankan.

Hal itu tak lain untuk mengantisipasi keberadaan motor bodong atau hasil curanmor. Tak pelak pengendara yang tidak membawa surat kelengkapan kendaraan pun dibuat terkejut. Akibatnya Tidak sedikit mereka terpaksa balik arah untuk menghindari operasi. ''Tetap akan kita periksa. Termasuk keaslian surat dan SIM yang dibawa pengendara," papar Lamudji.

Menurut Lamudji, 80 motor yang diamankan petugas tersebut bisa dibawa kembali oleh pemiliknya setelah kelengkapan kendaraan dipenuhi. Sedangkan bagi motor yang tidak sesuai standart, Lamudji mengaku pemiliknya harus melepas dan menggantinya kembali dengan onderdil asli.

''Karena itu membahayakan pengendara dan orang lain maka wajib bagi pemiliknya untuk mengganti dengan yang standar," ujarnya

Sumber : Jawa Pos


gravatar

Kota Mojokerto Dibanjiri Gepeng

Masalah gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Mojokerto masih saja belum teratasi. Bahkan menjelang lebaran seperti sekarang ini, gepeng semakin membanjir.

Indikasi membanjirnya gepeng itu, terlihat lantaran jumlah gepeng yang beroperasi di setiap titik perempatan bertambah. Perempatan yang biasanya dihuni rata-rata empat gepeng, pantauan di lapangan Minggu (30/8/2009), jumlah itu bertambah hingga dua kali lipat. Bahkan, muncul gepeng-gepeng wajah baru yang masih anak-anak.

Seperti yang terlihat di perempatan Jalan Jayanegara Pahlawan Minggu siang. Di lampu merah itu, tampak ada dua gepeng di masing-masing ruas jalan. Meski di bawah sengatan matahari, gepeng yang rata-rata adalah ibu rumah tangga dengan menggendong bayinya itu tetap menjalankan aksinya.

Kondisi yang sama juga terlihat di perempatan Jalan Empunala. Di tempat itu, bahkan satu ruas jalan dihuni hingga empat gepeng. Demikian pula di ruas jalan lainnya.

Di lokasi ini, selain gepeng yang dalam kondisi sehat, juga gepeng yang menderita penyakit kusta. Tanpa bisa berjalan, gepeng ini meminta-minta dengan duduk di atas aspal dan meminta uang kepada setiap pengendara yang berhenti.

Membeludaknya gepeng juga terjadi di perempatan Jalan Pemuda. Di lokasi ini rata-rata dihuni gepeng yang menderita penyakit kusta. Kondisi yang sama juga terlihat di perempatan Kenanten, by Pass Kota Mojokerto, jalan akses menuju terminal Kertajaya. Juga, di perempatan pos polisi Sekar Putih, Kecamatan Magersari.

Koordinator LSM Aliansi Masyarakat Peduli Mojokerto, Iwut Widiantoro mengatakan, kondisi seperti ini menunjukkan masalah sosial menjadi masalah serius di Kota Mojokerto.

"Meski beberapa gepeng mereka berasal dari luar kota. Kalau diusut, gepeng-gepeng itu rata-rata berasal dari satu tempat," terang Iwut sembari menyebut tempat itu merupakan penampungan yang berada di Kecamatan Prajurit Kulon.

Seharusnya, lanjutnya, Pemkot Mojokerto melalui Dinas Sosial dan Satpol PP bersinergi agar para gepeng ini tak kembali lagi ke aktivitas yang bisa mengganggu arus lalu-lintas itu.

Sejauh ini kata dia, penertiban yang dilakukan tak banyak memberikan solusi atas masalah yang dihadapi para gepeng. "Paling hanya didata, sehari setelah itu mereka kembali ke jalanan lagi," tukasnya.

Seharusnya kata dia, Pemkot Mojokerto memberikan pelatihan sesuai dengan keahlian para gepeng. Dengan pelatihan itu, gepeng akan memiliki pegangan ekonomi dan dengan melalui pengawasan pasca pelatihan itu.

"Memang ada yang menjadi gepeng karena malas. Tapi lebih banyak karena mereka tak memiliki pekerjaan. Ini tanggungjawab pemerintah," tandasnya.

Sumber : Kompas


gravatar

Tiket Habis Kereta Akan Ditambah

Tiket arus balik dari Mojokerto menuju sejumlah kota di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta untuk keberangkatan tanggal 26 dan 27 September ludes terjual. Kepala Stasiun Mojokerto, Lutfi Wijaya, Minggu (30/8) menyebutkan tiket yang habis terjual itu untuk kelas eksekutif dan bisnis.

Dia mengatakan, hal itu disebabkan antisipasi calon penumpang sejak jauh hari sebelumnya. "Bagi warga yang mudik ke Mojokerto, mereka sudah langsung memesan tiket balik sejak dari tempat keberangkatan," kata Lutfi.

Sementara itu, mengantisipasi lonjakan penumpang, Lutfi memastikan akan menambah satu rangkaian kereta api ekonomi Pasundan jurusan Bandung. "Kereta itu akan dijalankan pada hari ganjil atau genap, setiap dua hari sekali. Belum kami putuskan mulai kapan, namun jelasnya sebelum Lebaran," kata Lutfi.

Hal itu dilakukan untuk melayani calon penumpang yang diproyeksikan naik hingga 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada musim mudik Lebaran tahun sebelumnya, sebanyak 17.125 penumpang diberangkatkan mulai H-10 h ingga H+10 dari Stasiun Mojokerto.

Sumber : Kompas



gravatar

THR Harus Dibayarkan Tepat Waktu

Disnakertrans Kabupaten Mojokerto menginstruksikan seluruh pabrik di wilayahnya membayarkan tunjangan hari raya (THR) tepat waktu. Sesuai surat yang diterima dari Gubernur Jatim, tunjangan tersebut harus sudah sampai ke tangan karyawan tujuh hari sebelum Lebaran.

Kepala Disnakertrans, Agus M. Anas mengatakan, pihaknya sudah menerima surat dari Gubernur Jatim. Surat yang ditujukan kepada bupati itu sudah ditindaklanjuti. ''Soal pembayaran THR itu, kami sudah membuatkan surat pemberitahuan kepada perusahaan-perusahaan,'' katanya.

Surat yang sudah ditandatangani itu, menurutnya, bakal disebarkan ke seluruh pabrik di wilayahnya. Karena baru minggu ini, diperkirakan belum semuanya sampai ke pabrik. ''Namun, semuanya (pabrik) nanti akan disurati,'' katanya.

Langkahnya menyurati pabrik sejak dini tersebut, diharapkan bisa mengena. Sehingga, tidak ada pabrik yang mbalelo tidak membayarkan THR tepat waktu. Apalagi sampai ada yang tidak membayarkan THR. ''Kami berharap bisa terlaksana dengan bagus. Tujuh hari sebelum hari raya keagamaan harus sudah dibayarkan,'' ujarnya.

Tak sekadar menyurati, pihaknya mengaku sudah menyiapkan langkah. Mulai sekarang, menurutnya, pegawai teknis di Disnakertrans dimaksimalkan untuk terus mengingatkan pabrik-pabrik tentang THR. ''Kami sudah perintahkan pegawai teknis itu. Namun, kalau tetap ada pabrik yang terbukti tidak melaksanakan, akan ada tindakan sesuai aturan yang berlaku,'' katanya.

Secara terpisah, aktivis Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) Independen, Mustofa menyambut baik langkah Disnakertrans tersebut. Namun, langkah itu harus tetap dibarengi dengan pengawasan. ''Menyurati pabrik itu kan sudah biasa dilakukan. Tanpa pengawasan serius, semua itu tak ada gunanya,'' katanya.

Selain pengawasan terhadap pelaksanaan, pihaknya juga meminta dinas memelototi nilai THR yang dibayarkan. Sehingga, THR yang menjadi hak pekerja dibayarkan sesuai ketentuan yang berlaku. ''Termasuk soal tindakan terhadap pabrik yang terbukti tidak melaksanakan kewajibannya, dinas harus tegas. Jangan sebatas gertak sambal,'' katanya.

Sumber : Jawa Pos


gravatar

Komuter Surabaya-Mojokerto

Setelah Susi (Surabaya-Sidoarjo) dan Sulam (Surabaya-Lamongan), kini ada Arek Surokerto. Kemarin, komuter Surabaya-Mojokerto itu diresmikan Menhub Jusman Syafii Djamal dan Wagub Saifullah Yusuf.

Kereta tersebut memang ''dibaptis'' dengan nama Arek Surokerto. Itu singkatan dari Angkutan Rakyat Ekonomi Surabaya-Mojokerto. ''Arek itu kan khas Jatim,'' ujar Menhub.

Arek Surokerto kemarin berangkat dari Stasiun Gubeng sekitar pukul 10.00. Tak ada penumpang yang ikut. Ia menuju Mojokerto untuk ''menjemput'' Menhub yang memimpin prosesi peresmian.

Peresmian itu cukup singkat. Sekitar 45 menit. Awalnya adalah laporan Dirjen Perkeretaapian Dephub Ir Tundjung Inderawan tentang teknis pembangunan komuter. Setelah itu, Menhub membunyikan sirene khas stasiun kereta api. Saat kereta mulai berjalan, warga mulai ikut naik dan merasakan kereta yang akan berhenti di 12 titik dalam perjalanan menuju Surabaya itu.

Sementara itu, Wagub Saifullah Yusuf mengatakan, Arek Surokerto bisa mendukung pembangunan dan pengembangan transportasi Mojokerto. Sebab, selama ini Mojokerto merupakan salah satu kota pendukung utama Surabaya. ''Kereta ini bisa menjadi stimulant untuk perkembangan kota,'' ujarnya. Proyek ini, lanjut Saifullah, menjadi momentum mengembangkan jalur transportasi Jatim.

Salah satu pencinta kereta api asal Surabaya Puspitaningrum, 20, mengikuti prosesi peresmian di Mojokerto itu. Gadis yang menyebut diri sebagai railfans itu mengatakan, ''Jangan sampai dikotori oleh tangan-tangan jahil,'' ujarnya sambil memandang kereta yang masih mulus tersebut.

Menurut dia, kereta tersebut memiliki keunikan dibandingkan dua komuter yang sudah ada. Yakni, memiliki tirai rolling di setiap jendela dan bentuk bodi yang khas. ''Sayang belum ada ACnya. Padahal, di Jakarta kereta seperti ini sudah dilengkapi pendingin,'' imbuhnya.

Sumber : Jawa Pos


gravatar

Situs Purbakala Perlu Pelestarian Khusus

Kawasan situs purbakala di Indonesia dalam perlestariannya memerlukan perhatian khusus dari segi aspek lingkungan maupun masyarakat setempat.

"Tidak jarang kawasan situs tersebut sudah beralih fungsi karena temuan artefak bersejarah ada di pemukiman penduduk," kata Guru Besar Arkeologi Universitas Indonesia Prof Mudardjito di Jakarta, Selasa.

Pada acara persiapan peluncuran Yayasan Suluh Nuswantara Bakti (YSNB) itu, ia mencontohkan, di kawasan Trowulan Jawa Timur yang merupakan bekas Kerajaan Majapahit itu tidak semuanya bisa diselamatkan, sebab penemuan tersebut terdapat di rumah-rumah penduduk.

"Warga menggali bekas tembok yang terbuat dari batu-bata merah kemudian digunakan untuk membangun rumah atau dijual untuk kebutuhan hidupnya," katanya yang juga dihadiri Ketua dewan Pembina YSNB H Pontjo Sutowo dan ketua Umum YSNB Iman Sunario.

Untuk melarang warga pun terkadang sangat sulit, kata Mudardjito, karena penemuan semacam itu berada pada lahan hak milik. Walau aturan mengenai cagar budaya tidak terbatas pada kawasan yang dilindungi.

"Hingga saat ini sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya artefak sejarah tidak sebatas berupa alat-alat prasejarah tetapi semua bangunan pada jaman tersebut," ujarnya.

Maka dari itu tanggung jawab dalam upaya pelestarian kebudayaan mulai dari jaman prasejarah hingga sekarang dibebankan pada pemerintah, melainkan semua pihak.

"Pelestarian kebudayaan seperti kawasan situs purbakala sesungguhnya tanggung jawab kita semua dan untuk generasi muda bahwa peradaban kebudayaan bangsa Indonesia telah ada sejak dulu kala," kata Mudardjito.

Ia mengakui, soal pelestarian situs purbakala di Jawa dibanding di Pulau Bali, karena masyarakat Bali penemuan situs purbakala menyatu dengan ritual masyarakat setempat.

"Sehingga masyarakat itupun akan menyakini bahwa penemuan itu sebagai warisan leluhur yang harus dilestarikan dan menjadi berkah hidupnya," ucapnya.

Sementara masyarakat Jawa beranggapan, penemuan artefak sebagai berkah untuk ekonomi, maka dari itu warga setempat ketika menemukan benda-benda seperti itu akan digali kemudian dijual.

"Yang terpenting untuk menyelamatkan artefak-artefak arkelog tersebut adalah dengan melakukan sosialisasi ke masyarakat, sehingga warga merasa memiliki kebudayaan tersebut," katanya.


Sumber : Kompas


gravatar

Arek Surokerto Gratis Selama 2 Hari

Harapan masyarakat Mojokerto untuk memiliki kereta api (KA) komuter jarak pendek Surabaya - Mojokerto akhirnya terwujud. Arek Surokerto alias angkutan rakyat ekonomi kecil Surokerto (Suroboyo-Mojokerto), Sabtu (29/8) resmi dioperasikan. Bahkan, agar lebih dikenal masyarakat, selama masa promosi dan sosialisasi, selama dua hari pemerintah menggratiskan tiket bagi siapapun yang ingin menikmati. Namun setelahnya hingga lebaran nanti harga tiket ditetapkan sebesar Rp 3.000. ''Selama 2 hari ini Arek Surokerto digratiskan,'' ungkap Menteri Perhubungan (Menhub) Jusman Syafii Djamal saat meresmikan kereta yang sudah diusulkan sejak tahun 2007 lalu.

Tujuan dari membebaskan biaya tersebut tak lain agar masyarakat selaku pengguna jasa transportasi kereta api lebih mengenal kereta buatan PT Inka Madiun itu. Baik dari sisi rute perjalanan maupun shelter (stasiun) yang menjadi tempat pemberhentian. Sedangkan pada tahap berikutnya, untuk menyambut lebaran pemerintah lantas mensepakati harga tiket dijual sebesar Rp 3.000. Hal itu berlaku untuk jarak jauh dan jarak dekat. ''Dari hari ini (setelah gratis, red) sampai lebaran nanti untuk menyambut lebaran harga tiketnya Rp 3.000," terang Jusman.

Menurut dia, sesuai dengan kesepakatan antara pemerintah dengan Dirjen Perkeretaapian dan PT KA, pada hari normal nanti harga tiket sesungguhnya telah disepakati Rp 3.500. Harga tersebut sudah melalui berbagai pertimbangan dan usulan yang disampaikan Daops 8 pada PT KA, sebelumnya sebesar Rp 3.000.

Jusman menjelaskan keberadaan kereta dengan dua train set (dua kereta) yang menelan anggaran sebesar Rp 28 miliar tersebut sengaja dibuat dengan tujuan meringankan beban bagi masyarakat ekonomi lemah.

Yakni dapat dijangkau dengan harga tiket yang murah bagi masyarakat Jatim. Khsusnya Mojokerto dan Surabay. Satu kereta yang terdiri atas 5 gerbong bisa diisi 500 orang. Untuk satu gerbongnya mampu mengangkut 100 penumpang. Dengan ketentuan 40 duduk dan 60 lainnya berdiri.

''Untuk pelayanan yang jauh lebib baik, aman dan nyaman. Pastinya PT Inka harus meningakatkan perawatan dan bersih. Biar rakyat dapat menikmati perjalanan dengan senang,'' tuturnya.

Dengan demikian, lanjut Jusman kereta yang bisa dijadikan ikon dan menjadi bagian penting Provinsi Jatim dapat memberikan manfaat yang lebih besar. Pertama, meningkatkan keselamatan jasa transportasi. Termasuk meningkatkan kewaspadaan bagi operator perjalanan kereta terhadap kecelakaan. ''Sebab sudah pasti keberadaan kereta jarak pendek menambah kepadatan jadwal kereta,'' urainya. Kedua, dengan frekuensi perjalanan jarak pendek, bisa mengurangi beban kereta jarak jauh. Sehingga revitalisasi bisa dikurangi. ''Dan terakahir tentunya meningkatkan sarana dan prasasrana,'' tambahnya.

Sebagai tanda beroperasinya Arek Surokerto, Menhub bersama wakil Gubernur Syaifullah Yusuf, Wadirut PT KA Tarmo Ramadan, Kepala Daops 8 Sudharso, Wali Kota Abdul Gani Soehartono dan Bupati Suwandi lantas bersama-sama memencet tombol peresmian.

Dilanjutkan menuju salah satu Arek Surokerto untuk secara simbolis memecah kendi tepat dibagian depan kereta. Hal itu sekaligus menandakan bahwa kereta komuter mulai dioperasionalkan. Sementara itu, wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengatakan keberadaan kereta yang akan difungsikan sebanyak 4 kali perjalan pulang -pergi (PP) dalam sehari setidaknya berfungsi sebagai sarana transportasi alternatif. Khsusnya bagi masyarakat yang berpendapatan rendah. ''Namun tetap mendapatkan pelayanan yang bersih aman, cepat, terjangkau serta bisa diandalkan,'' kata Saifullah Yusuf alias Gus Ipul.

Kepala Stasiun Mojokerto Lutfi Wijaya menambahkan memang sejauh ini masyarakat belum mengetahui ketetapan harga tiket Arek Surokerto. Namun menyambut lebaran nanti pihaknya akan melakukan sosialiasi pada masyarakat. Yakni dengan cara menyampaikan pengumuman, baik melalui brosur, spanduk maupun pada papan perjalanan kereta. ''Tapi untuk harga tiket yang dijual Rp 3.000 sampai kapan kita belum tahu. Yang jelas itu dalam menyambut lebaran,'' katanya.

Disinggung mengenai dampak dari peresmian Arek Surokerto yang menghabiskan waktu selama 1 jam bagi perjalanan kereta lain, Lutfi mengaku tidak mengganggu. Pasalnya, sesuai jadwal perjalanan dari pukul 09.20-10.20 tidak ada jadwal kedatangan maupun pemberangkatan kereta dari stasiun Mojokerto. ''Sama sekali tidak ada. Terakhir Rapih Dhono selanjutnya tidak ada lagi. Baru kemudian pukul 10.54 kereta Logawa (Surabaya-Purwokerto) datang. Itupun peresmiannya sudah selesai,'' pungkasnya.

Sumber : Jawa Pos


gravatar

Pesantren Tarbiyantun Nasyiin

Sejak 13 tahun silam, pesantren yang berdiri pada 1885 dan sekarang diasuh KH Aziz Mansyur tersebut mengembangkan sejumlah terobosan.

ROJIFUL MAMDUH, Jombang

-------------------------------------------

SEBAGAIMANA saat didirikan oleh Kiai Alwy 124 tahun silam, PP Tarbiyatun Nasyiin sampai kini masih tetap fokus pada pengembangan ilmu-ilmu agama yang bersumber pada kitab kuning. Pesantren memiliki 12 jenjang pendidikan mulai ibtida sampai aliyah yang seluruh materi ajarnya bersumber pada kitab kuning. Sehingga praktis para santri lulusannya hanya mengantongi ijazah pesantren.

''Ijazah pesantren hanya bentuk pengakuan bahwa santri pernah mondok dan memiliki sejumlah kemampuan yang diajarkan disini. Jadi ijazah tidak untuk mencari kerja,'' terang KH Aziz Mansyur, pengasuh ponpes setempat Meski demikian, para santrinya tetap dapat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi apabila berminat. Lantaran pesantren telah menyediakan program paket B dan C yang memungkinkan para santri mendapatkan ijazah setingkat SMP dan SMA.

Fokus pada pendidikan klasik, bukan berarti para santri tidak dibekali ketrampilan yang akan menjadi modal menjalani hidup ditengah masyarakat. Bahkan pesantren ini sangat menekankan pendidikan ketrampilan yang nantinya bisa menjadi wahana bagi para santri untuk menghidupi diri saat keluar dari pesantren. ''Para santri kita didik agar nantinya menjadi orang yang mandiri secara ekonomi. Mereka bisa berdakwah tanpa meminta-minta dan bergantung pada orang lain,'' ungkapnya. Bekal ketrampilan ekonomi tersebut akan menopang perjuangan para santri di lingkungan masing-masing.

Tak heran jika selain mengaji, para santri juga diajarkan untuk menggeluti sejumlah bidang perekenomian. Mulai pertanian, peternakan hingga jual beli dan keuangan. ''Sejak 1996, kita memang bekerjasama dengan pemerintah untuk sejumlah program pengembangan perekonomian,'' terangnya.

Semisal hidroponik, yakni penanaman aneka sayur mayur dipekarangan rumah. Peternakan sapi dan kambing, pertanian sawah dan tegal serta pembuatan pupuk organik. Pupuk tersebut ada yang dibuat dari teletong (kotoran sapi/kambing,Red) maupun urine (air kencing sapi/kambing,Red). Jumlah sapid an kambing yang diternak bahkan sempat mencapai puluhan. ''Sapinya pernah sampai 60,'' ungkapnya.

Yang terbaru, para santri mampu memproduksi susu dari kambing etawa. Harga untuk susu kambing etawa cair dijual seharga Rp 25 ribu perliter. Sedangkan susu etawa bubuk Rp 40 ribu per kilogram. ''Susu kambing etawa banyak faedahnya. Hanya tidak boleh diminum orang yang darah tinggi,'' jelasnya.

Selain itu, pesantrennya juga mulai memproduksi jamur dari bubuk gergajian/dedek. Awalnya jamur dibuat dalam 100 kelongsong yang masing-masing tiap dua harinya menghasilkan 5 kg. Harga perkilogram jamur tersebut senilai Rp 18 ribu. Biaya produksi perkilogram rata-rata Rp 10 ribu.

Para santri juga diajarkan membuat bibit aneka sayuran dan tanaman lain dalam poly bag.

Bukan hanya itu, mereka juga dibekali ketrampilan menjahit dan dipersilahkan membawa mesin jahitnya pulang ke kampong halaman jika sudah mahir.

Sejak 2005, pesantren juga mendirikan lembaga keuangan BMT Sunduqul Maal As-Syariah. ''Awalnya saya beri modal Rp 40 juta. Sekarang perputaran perharinya bisa mencapai Rp 200 sampai Rp 300 juta,'' bebernya.

Sejak beberapa tahun silam, pihaknya juga mendirikan toko As-Salam. ''Para santri kita magangkan selama 6 bulan sampai 1 tahun, setelah menguasai, kita ganti santri lain,'' urainya. Agar para santri semuanya memperoleh ketrampilan ekonomi.

''Dengan begitu saya bisa mengajar orang kampung tanpa harus datang. Karena setelah kembali ke asalnya, para santri sebagian besar menjadi guru, bukan hanya dalam hal agama tapi juga soal pertanian dan ekonomi di kampungnya,'' ulasnya.

KH Aziz Mansyur merupakan generasi keempat pesantren Tarbiyatun Nasyiin. Setelah KH Mansyur, KA Anwar dan sang pendiri KH Alwi yang merupakan salah satu pengikut pangeran Diponegoro yang lari ke Pacul Gowang setelah Diponegoro dibunuh dan Belanda hendak menghabisi semua pengikutnya

Sumber : Jawa Pos


gravatar

Freedback: Reminder: You have a $20 coupon

Hi Publish Situs Wong Mojokerto,

Did you know you've got a coupon for $20 off Freedback if you upgrade your account now?

We hope you'll take advantage of this limited-time offer to use the easiest form system online.

Where is your coupon?

Answer: Login to your Freedback account and look at the top-right of the screen. You should see a golden ticket there. Just click it to take advantage of this offer!

If you have any questions please reply to this email and we'll get back to you.

- Aaron Dragushan
Freedback Support
http://www.freedback.com


gravatar

Sumber Api Bekucuk

Menurut legenda yang beredar pada sebagian masyarakat, konon Api ajaib bekucuk sudah terkenal pada masa kerajaan Majapahit Api yang mengagumkan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk berbagai kepentingan Api Bekucuk pernah menjadi perhatian masyarakat pada tahun 1933 yaitu bermunculan sumber api kecil di pekarangan dan rumah penduduk sehingga Pemerintah Kabupaten Mojokerto mengadakan peninjauan atau penelitian dan sejak itu Api Bekucuk banyak menarik perhatian masyarakat. Lokasi terletak di dusun Bekucuk desa tempuran kecamatan Sooko yang berjarak sekitar 3 Km dari Kota Mojokertoyang dapat ditempuh dengan kondisi jalan yang cukup baik.

http://putramaja.tripod.com/Mojokerto/mokerA.htm


gravatar

Guru SMA Katolik dilaporkan Aniaya Siswa

Seorang guru SMA Katolik Santo Thomas Aquino, Kota Mojokerto, Agus Wara (46) dilaporkan ke Polresta Mojokerto dengan tuduhan menganiaya 3 pelajar. Namun polisi belum memastikan ada tidaknya penganiayaan.

Ketiga pelajar yang dianiaya yakni Ananda, Devana dan Johanes yang masih berusia 17 tahun, siswa kelas II SMA Katolik Santo Thomas Aquino. "Ini untuk divisum dulu," kata seorang polisi kepada wartawan di RSUD Wahidin Sudirohusodo, Sabtu (29/8/2009).

Ananda, Devana dan Johanes, mengaku dipukul beberapa kali oleh Agus Wara dengan gagang sulak atau alat pembersih kaca. Tak hanya itu, Agus Wara juga menendang ketiganya. "Tendangan Pak Agus lumayan kuat juga," kata Ananda.

Kejadian itu berawal saat ketiga pelajar itu minta ijin pergi ke tempat foto kopi, guna menyalin salah satu materi pelajaran. Karena lama mengantre, ketiganya terlambat tiba di sekolah. Ketiganya lalu dipanggil dan dimintai keterangan oleh Agus Wara.

Ketiganya beralasan karena menfoto kopi materi pelajaran. Namun Agus tidak percaya, karena ketiga pelajar itu sering membolos dengan berbagai alasan. Karena kesal, Agus lalu memukul dengan gagang sulak di bagian tangan dan punggung, serta menendang ketiga pelajar itu.

Namun Agus yang ditemui di SMA Katolik Santo Thomas Aquino di Jalan Niaga, Kota Mojokerto, membantah telah memukul dan penganiayaan. Namun Agus mengaku sedikit memberi peringatan, untuk mendidik ketiga anak didiknya itu.

"Seperti anak kita sendiri, memukulnya tidak keras hanya pakai kemucing. Saya pukul sekali dan saya gebrak sekali. Tapi saya tidak memukul dan menendang dengan keras," kata Agus di ruang guru SMA Katolik Santo Thomas Aquino.

Jajaran Polresta Mojokerto masih menyelidiki kasus ini dan menunggu hasil visum dari RSUD Wahidin Sudirohusodo. Jika terbukti ada penganiayaan, polisi akan segera memanggil guru yang bersangkutan untuk diperiksa.

Sumber : detik.Com


gravatar

Minyak Kayu Putih dari Jetis

KEBERADAAN pabrik minyak kayu putih di Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto memberi manfaat warga sekitar. Salah satunya limbah dari pabrik yang berdiri di area KPH Mojokerto tersebut bisa menjadi kayu bakar.

Tak hanya warga Kupang, warga sekitar lainnya juga menikmati manfaat dari keberadaan pabrik itu. Salah satunya warga Ngabar, Kecamatan Jetis yang berada di selatan Kupang. Maklum, limbah dari pabrik tersebut berupa daun dan ranting tanaman minyak kayu putih. ''Banyak warga sekitar sini yang mencari limbah untuk kayu bakar,'' ungkap Sunari, warga Ngabar yang ditemui di lokasi pabrik bersiap mencari kayu.

Saat ini, menurutnya, warga yang mencari kayu di area pabrik sudah berkurang. Sebelumnya, ketika terjadi minyak tanah (mitan) langka, puluhan warga yang berebut mengumpulkan kayu dan daun kering yang sudah diambil sarinya itu. ''Bisa 25 orang yang mencari. Ya rebutan gitu,'' katanya.

Sunari mengaku sudah menerima gas elpiji dari pemerintah. Namun, dia memilih tetap mencari kayu bakar di area pabrik tersebut. Sehingga, setiap siang sampai sore hari, dia selalu mendatangi tumpukan limbah kayu putih itu. ''Saya sudah menerima elpiji. Ya biar ngirit,'' katanya.

Pantauan Darmo di lokasi, warga yang sebelumnya berdiam di sekitar lokasi mendadak beranjak. Hal itu setelah melihat ada tumpukan kayu putih yang dibawa keluar dari ruang produksi. Sejumlah warga itu langsung mengelilingi dan berusaha mengumpulkan tumpukan kayu yang baru saja diambil sarinya tersebut. ''Kayu-kayu itu baru selesai diproses,'' katanya.

Sumber : Radar Mojokerto


gravatar

Candi Brahu

Candi Brahu tersebut terbuat dari bata dan berasal dari masa empu Sendok Majapahit. Candi ini merupakan candi agama Budha, Candi Brahu tidak mempunyai hiasan hanya bagian atap terdapat sisa bagian dasar stupa.

Disekitar candi banyak ditemukan benda-benda yang juga menunjuk ciri-ciri Budhis. Menurut cerita rakyat Candi Brahu merupakan tempat disimpan abu para raja-raja Majapahit yaitu Brawijaya pembakaran raja-raja Majapahit diantaranya Brawijaya I,II,II dan IV. Setelah dibakar abunya kemudian disimpan di dalam goa yang terdapat dalam candi. Lokasi :Terletak di desa Bejijong Trowulan .

Sumber : http://putramaja.tripod.com/Mojokerto/mokerA.htm


gravatar

Dua Ekskavator Dihalau Warga Jatirejo

Sebanyak dua ekskavator yang biasa beroperasi di Dusun Lebak Geneng, Desa Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Jumat (28/8), dihalau warga. Ekskavator yang sudah beroperasi sejak bertahun-tahun lamanya itu dipakai sebagai alat kerja oleh para penambang galian C ilegal berupa pasir dan batu.

Warga juga sempat menutup akses jalan masuk dan keluar lokasi penambangan. Sejumlah truk yang biasa hilir mudik mengangkuti sirtu terpaksa tertahan di sekitar tepian jalan raya. "Ya, tidak bisa ambil (sirtu)," kata Solihin, salah seorang pengemudi truk.

Hal itu terjadi dalam aksi demosntrasi yang dilakukan sekitar 100 warga dusun itu. Persediaan air tanah dalam sumur-sumur warga yang berkurang drastis seiring dengan makin rakusnya kegiatan penambangan menjadi sebab aksi hari itu.

"Air warga menjadi tidak ada," kata Nanang Purwanto (30), salah seorang warga dusun itu. Selain itu, warga juga mengeluhkan suara berisik akibat kegiatan penambangan yang mengganggu ketenteraman.

Kepala Polsek Jatirejo AKP Soemono mengatakan, polisi tidak mengetahui siapa pemilik ekskavator dan usaha penambangan ilegal itu. Ia mengatakan, polisi akan berkoordinasi dengan Pemkab Mojokerto untuk penuntasan kasus tersebut.

"Tidak ada izin, secara formal (penambangan) ini ilegal," sebut Soemono. Ia menambahkan, kegiatan penambangan di lahan milik seorang warga berinisial B dengan luasan mencapai puluhan hektar itu untuk sementara akan dihentikan.

Sumber : Kompas


gravatar

Polantas Sosialisasikan UU Sambil Bagikan Takjil

Menyambut datangnya Ramadan, jajaran Polantas Kabupaten Mojokerto, kemarin melakukan aksi simpati dengan membagikan 200 bungkus takjil kepada pengendara sepeda motor di Jl Raya By Pass Balong Mojo, Puri. Sambil membagikan takjil, polisi juga membagikan brosur undang-undang lalu lintas.

Kegiatan simpati polisi ini dilakukan untuk memudahkan warga yang akan melakukan buka puasa namun masih berada di tengah jalan. Hanya beberapa menit, 200 bungkus takjil yang dibagikan tersebut ludes.

Kasatlantas Polres Mojokerto, AKP Novian Widyantoro mengungkapkan bahwa pembagian takjil ini merupakan sesuatu yang sangat strategis. ''Tujuan utamanya adalah memberi kesempatan kepada para pengendara yang kehabisan waktu,'' paparnya. Menurutnya, banyak saudara kita yang menjalankan puasa, namun belum sempat berbuka karena masih dalam perjalanan.

Selain membagiakn takjil, petugas juga membagikan brosur yang berisi Undang-undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya. ''Undang-undang ini memang perlu disosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat paham tentang peraturan berkendara,'' ujar Novian.

Brosur yang dibagikan kepada pengguna jalan juga berisi tentang peta jalur arus mudik Lebaran sehingga diharapkan warga bisa memilih jalur alternatif yang tepat saat mudik nanti,'' ungkap Novian.

Selain brosur dan takjil, sekitar 20 helm juga diberikan kepada pengendara yang tidak mengenakan helm standar. ''Kita juga ingin menyadarkan masyarakat pentingnya helm standar, jika tidak petugas tidak segan-segan menilang nantinya,'' terang Novian.

Selain itu, pemberian takjil tersebut juga menjadi sarana untuk sosialisasi kampanye menyerap aspirasi para pengendara. ''Tak jarang kami mendapatkan masukan berharga dari para pengendara soal lalu lintas. Misalnya, mengenai ruas-ruas jalan yang akan lebih baik apabila dilakukan rekayasa lalu lintas tertentu,''paparnya.

Kegiatan yang berlangsung selama satu jam ini tentu saja mengejutkan pengendara yang melintas. ''Saya pikir ada razia, ternyata saya justru diberi helm,'' tutur Widyawati, 23, warga Ploso, Jombang yang kebetulan melintas.


Sumber : Radar Mojokerto


gravatar

Komuter Sumo Di-Launching, Operasi 5 September 2009

Penantian warga Mojokerto untuk menikmati komuter Surabaya-Mojokerto bakal terjawab hari ini. Launching yang digelar di Stasiun Mojokerto pukul 09.00 ini, sekaligus menandai diubahnya nama Komuter Sumo menjadi KA Arek Surokerto alias Angkutan Rakyat Ekonomi Surabaya-Mojokerto.

''Kali ini launching kami pastikan tidak akan mengalami perubahan lagi," terang Kepala Stasiun Mojokerto, Lutfi Wijaya, kemarin. Sesuai jadwal launching akan dihadiri langsung oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Jusman Syafii Djamal dan Gubernur Jatim Soekarwo. Keduanya sekaligus meresmikan KA yang sudah diusulkan sejak tahun 2007 itu.

Menurut Lutfi, dalam peresmian hari ini, akan dihadirkan pula dua train set (dua kareta). Satu kereta disosialisasikan pada publik. Satu lainnya berfungsi untuk mengangkut rombongan Menhub dan Gubernur Jatim yang diberangkatkan dari Surabaya.

Launching, kata Lufti sekligus menandai beroperasinya Arek Surokerto itu. Dengan jalur yang sudah ditetapkan Surabaya-Mojokerto. Bahkan harga tiket yang semula diusulkan oleh Daops 8 pada PT KA sebesar Rp 3.000 sudah mendapat persetujuan namun menjadi Rp 3.500. ''Harga tiket itu sudah resmi. Dengan pertimbangan jarak tempuh," katanya.

Namun, lanjut Lutfi keberadaan tiket tersebut berlaku bagi semua jurusan. Dengan kata lain jauh dekat Rp 3.500. ''Sepertinya semua sudah sepekat dengan harga itu. Termasuk Dishub Provinsi selaku pihak yang mengusulkan kereta," imbuhnya. Meski begitu, lebih lanjut Lufti mengungkapkan saat ini masih terdapat beberapa kendala. Utamanya menyangkut shelter atau pemberhentian kereta dalam skala kecil. Padahal sesuai dengan tujuanya Surabaya-Mojokerto, shelter tersebut diketahui ada dua. Satu berlokasi di Desa Damarsih Kecamatan Bangsal dan di Kemendung, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.

Tetapi bagi shelter Bangsal, Lutfi mengaku untuk saat ini bisa digunakan. Sebab, meski tidak sepenuhnya layak, melainkan sesuai dengan jadwal perjalanan di setiap shelter itu kereta harus berhenti. ''Sebenarnya tidak layak tapi masih bisa digunakan. Dibandingkan Kemendung yang tidak bisa difungsikan sama sekali," urainya.

Dia menambahkan secara resmi KA Arek Surokerto itu akan beroperasi pada 5 September mendatang. Setelah sebelumnya dilakukan masa percobaan. Terhitung sejak diresmikan hingga 4 September. ''Semasa percobaan nanti kereta hanya dua kali pulang pergi dalam sehari. Selanjutnya baru beroperasi penuh," jelasnya.

Operasi penuh yang dimaksud Lutfi adalah dalam sehari kereta yang dibeli senilai 28 miliar itu berangkat dari Stasiun Mojokerto sebanyak 4 kali. Datang dari Seurabaya empat kali. (Selengkapnya lihat table). Sedangkan mengenai kapasitas kereta, jelas Lutfi, untuk satu gerbong diasumsikan bisa mengangkut sebanyak 100 orang. Terdiri atas 40 penumpang duduk dan 60 penumpang berdiri.

''Kalau satu kereta terdiri dari 5 gerbong bisa terisi 500 penumpang," tandasnya. Kendati demikian, dalam peresmian seiring bulan Ramadan diharapkan bisa membawa berkah bagi semua pihak. Pasalnya kereta ekonomi tersebut bisa menjadi salah satu alternatif angkutan lebaran 1430 Hijriah. ''Tentunya bisa mengurangi kepadatan penumpang," tuturnya.

Sumber : Jawa Pos


gravatar

Perpustakaan di Tengah Pasar Tradisional Mojosari

Sering Terganggu Suara Bising, tetapi Tetap Banyak Pengunjung

Umumnya, perpustakaan berdiri di tempat yang sepi dan bebas dari kebisingan. Namun di perpustakaan Mojosari, Kabupaten Mojokerto justru berdiri di tengah ingar-bingar pasar tradisional. Bagaimanakah kondisi perpustakaan tersebut?

AIRLANGGA, Mojosari

---

SEPERTI hari-hari biasa, suasana Pasar Mojosari pagi itu sangat padat. Hilir mudik para pengunjung pasar datang silih berganti. Raungan suara knalpot motor pun sesekali terdengar jelas.

Suasana penjajakan barang pun bagai senandung khas yang menghiasi udara di sekitarnya, ditambah dengan suara saling tawar antar pedagang-pembeli yang menambah riuh-rendah suasana pasar itu. Betapa tidak, para petani dari pelosok kampung sedang melakoni pencarian hidup dengan berdagang.

Ditengah-tengah hiruk-pikuk suasana pasar yang selalu ramai, berdiri sebuah bangunan berukuran 6x6 meter yang berdiri sekitar sepuluh meter dari pintu masuk pasar.

Tampak empat petugas perpustakaan berseragam dinas dengan warna khas coklat keki tampak duduk di sebelah pintu masuk. Empat orang pengunjung saat itu juga nampak serius membaca buku salah satu koleksi perpustakaan.

Salah satunya adalah Hendri yang serius membaca buku tentang perjuangan bangsa. Pemuda berusia 22 tahun ini membaca dengan tenang meskipun suara bising khas suasana pasar terdengar dari balik tembok ruangan. Tatapannya terus terpaku pada buku setebal 120 halaman yang dipegangnya. ''Saya sudah biasa datang dan membaca di sini, jadi tidak terganggu suara bising pasar,'' terangnya usai membaca satu buah buku.

Warga Desa Belahan Tengah, Kecamatan Mojosari ini setiap paginya memang selalu meyempatkan diri mendatangi perpustakaan sebelum berjualan di kios kelontong milik orang tuanya di dalam pasar. ''Kadang kalau hari Minggu saya berada di sini sampai siang karena saat itu saya tidak berjualan,'' ujarnya.

Berbeda dengan Hendri, Arifin, 19, pengunjung lainnya terang-terangan terganggu jika membaca dalam suasana bising. ''Kalau yang saya baca buku-buku berat memang susah konsentrasi, tapi saya kesini hanya membaca koran jadi tidak masalah dengan suara bising,'' ungkapnya.

Pustakawan setempat, Nurhudi mengungkapkan, bangunan perpustakaan ini sendiri sudah lama berdiri di tengah-tengah pasar tradisional. ''Kalau tidak salah pindah kesini sejak tahun 1997, itu pun bangunannya belum sebesar ini,'' ujar warga Desa Madurekso, Kecamatan Dawar Blandong ini.

Sebelum pindah ke Pasar Mojosari, perpustakaan yang berdiri tahun 1981 ini dulunya berada di kantor kecamatan dibawah dinas informasi dan komunikasi (Infokom). ''Pada tahun 1997 berdiri sendiri tapi tahun 2000 sampai 2001 dibawah dinas informasi, terus pindah lagi dibawah Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi. Keberadaannya memang berpindah-pindah dinas,'' ujarnya.

Setiap harinya, kata dia, rata-rata pengunjung bisa mencapai 15 sampai 20 orang. ''Ada yang datang untuk meminjam, ada pula yang datang hanya membaca koran ataupun buku-buku. Tapi ada juga yang sekadar mampir,'' ungkapnya.

Rata-rata pengunjung adalah para siswa mulai SD, SMP, dan SMA. ''Ada pula mahasiswa perguruan tinggi yang datang mencari referensi bahan skripsi mereka di sini,'' terang Nurhudi. Selain kalangan pelajar, perpustakaan ini sendiri juga banyak dikunjungi dari kalangan umum.

Dari catatan Nurhudi, perpustakaan ini memiliki kurang lebih 5286 anggota yang tersebar di Kabupaten Mojokerto. Namun, hanya sekitar 1500 saja yang aktif menyewa buku bacaan dan berkunjung ke perpustakaan.

Buku-buku koleksi yang dimiliki perpustakaan ini juga beragam mulai fiksi, kesusasteraan, geografi dan berbagai macam buku ilmu pengetahuan. Total ada 10.956 buku dan 6600 judul buku yang dikoleksi di perpustakaan favorit pengunjung pasar ini.

Rata-rata buku yang dikoleksinya adalah pemberian dari Perbendaharaan Umum Provinsi, Pemkab Mojokerto dan sumbangan dari Universitas Brawijaya Malang. Untuk buku tertua yang dikoleksi perpustakaan ini adalah buku karangan Soekarno berjudul Dibawah Bendera Revolusi buatan tahun 1963 yang disimpan di dalam lemari khusus.

Nurhudi sendiri tidak mengetahui pasti mengapa dipilih pasar tradisional sebagai tempat berdirinya perpustakaan. ''Memang terkadang terganggu juga dengan suara bising. Apalagi banyak motor yang lalu lalang didepan pintu perpustakaan. Tapi enaknya banyak pengunjung yang datang kesini karena pasar merupakan tempat strategis juga lantaran banyak orang yang datang,'' ungkapnya.

Nurhudi sendiri adalah satu dari dua pustakawan yang ada di Kabupaten Mojokerto. ''Saya mulai menjadi pustakawan sejak tahun 1999 dan diangkat sebagai PNS tahun 2000,'' ujarnya. Namun dia mengatakan meski berstatus sebagai pustakawan, Nurhudi tidak bisa bekerja secara fungsional. Sehari-harinya dia hanya bekerja sebagai staf biasa di perpustakaan Mojosari.

Sumber : Radar Mojokerto


gravatar

Mukena ''Kebun Kopi'' Serbu Mojokerto

Harga Lebih Murah, Kualitas Lebih Baik

Momen puasa Ramadan benar-benar banyak membawa berkah. Tidak hanya bagi para penjual aneka masakan, tapi juga bagi pedagang mukena. Karena, pedagang musiman ini ikut menikmati keberkahan datangnya puasa Ramadan.

Sejak awal puasa Ramadan, permintaan mukena mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika di banding hari-hari biasa. Karena itu tidak heran, sejak awal puasa Ramadan di beberapa sudut pasar jalan di Kota Mojokerto berjajar para pedagang mukena. Yang menarik, para pedagang perangkat salat wanita itu ternyata sebagian besar berasal dari daerah seberang, yakni Padang. Dan mereka khusus datang ke Mojokerton untuk berdagang mukena. ''Sekarang ada 10 pedagang mukena dari Padang yang kinis edang mengadu nasib di Kota Mojokerto,'' kata Edison kepada Radar Mojokerto, kemarin.

Meski sebagian besar pedagangnya berasal dari Sumatera, tapi barang dagangan yang dijualnya tidak berasal dari daerah asalnya, melainkan dari wilayah Kebun Kopi, Jakarta. Dan semua barang yang dijajakan di Kota Mojokerto diperoleh melalui distributor dari Jakarta.

Menurut Edison yang mengaku sudah tiga tahun berjualan mukena di Kota Mojokerto, bahwa untuk mendapatkan mukena yang berkualitas dengan harga yang murah, memang tidak mudah. Karena, pihaknya mengaku sudah pernah mengambil barang dari distributor lain.

Tapi, mukena yang dihasilkan dari para perajin rumahan di Jakarta ini benar-benar berkualitas dan harganya bisa di jangkau oleh semua kelas masyarakat.

Lebih lanjut dijelaskan Edison, bahwa harga pembelian melalui distributor sebesar Rp 586 ribu per kodi. Sedangkan untuk harga eceran di jual Rp, 35 ribu per potong. Yang istimewa, meski banyak pedagang mukena dari Padang yang menggelar dagangannya di Mojokerto, tapi mereka menjual dengan harga yang sama.

Bahkan, mereka sepakat untuk tidak memberikan diskon khusus kepada konsumen yang membeli lebih dari satu potong. ''Ini sudah menjadi komitmen kami untuk tidak memberikan diskon kepada para pembeli, karena harga mukena yang kita jual dijamin lebih murah jika dibanding di toko,'' tegasnya.

Meski harga mukena sama, tapi jenis bahan yang ditawarkan ada dua pilihan. Yakni, dari kain katun yang mengkilap dan jenis kain kaos. Sementara itu, masyarakat di Mojokerto cenderung banyak memilih bahan dari jenis kain kaos.

Sedangkan untuk motif, kata Edison lagi juga bervariasi, mulai dari jenis hiasan dan pernik, hingga warna. ''Yang pasti, apapun jenis variasi dan warna harganya sama, yakni Rp 35 ribu per potong,'' ujarnya.

Dan sejak awal Ramadan lalu, kata Edison permintaan mukena mengalami peningkatan dan diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan Ramadan. ''Sejak awal puasa lalu saya bisa menjual 10 hingga 20 potong per hari,'' ungkapnya. Sedangkan untuk mengantisipasi kekurangan barang, biasanya para pedagang saling ada pengertian untuk menyiapkannya.

Sumber : Radar Mojokerto


gravatar

Makanan dan Minuman Tak Layak Ditemukan di Mojokerto

Berbagai jenis makanan dan minuman yang tidak layak dikonsumsi, Kamis (27/8) ditemukan dari sejumlah toko di Kota Mojokerto dalam razia yang dilakukan Dinas Kesehatan dan Satpol PP.

Makanan dan minuman yang tidak layak itu disebabkan kemasan yang rusak dan berkarat atau kode produksi yang tidak sesuai.

"Sementara belum kita temukan yang kadaluarsa. Tetapi bagi pemilik toko yang akan kita lakukan pembinaan, agar tidak menjual makanan dan minuman yang tidak layak," ujar Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, M. Effendi.

Sumber : Kompas



gravatar

Lebaran, Dishub Jatim Tidak Tambah Bus

Menjelang Lebaran Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur (Jatim) tidak menambah transpotasi darat (bus). Hal ini dilakukan karena bus yang disiapkan sangat mencukupi belum lagi ada tambahan cadangan bus.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim, Binsar Tua Siregar menyatakan total bus yang disediakan menjelang Lebaran mencapai 6.000 unit sementara untuk bus cadangan sudah ada 500 unit. “Kami juga menyiapkan bus pariwisata bedanya yang 500 unit bus cadangan PO-nya sudah punya trayek reguler. Sementara untuk bus pariwisata tidak ada trayeknya,” katanya, Selasa (25/8).

Dijelaskan Siregar, biasanya menjelang Lebaran nanti ada peningkatan trafik kendaraan hingga 50% mulai H-3 hingga H+2. “Trafik yang padat umumnya dari Surabaya, Mojokerto, Surabaya Malang, dan Surabaya-Gresik-Lamongan,” tuturnya.

Sedangkan daerah titik rawan yang masuk pengawasan Dishub Jatim dan kepolisian di antaranya daerah Balongbendo Krian (Sidoarjo) serta Pantura Jatim.

Naiknya trafik kendaraan itu lanjut dia, juga berimbas di jalur jembatan Suramadu. Pasalnya, pasca beroperasinya jembatan tersebut diprediksi trafik kendaraannya bisa mencapai 100%.

“Sebaliknya jika trafik kendaraan di jembatan Suramadu meningkat maka trafik penyeberangan Ujung-Kamal turun drastis hingga 50%,” pungkasnya.

Untuk itu tambah Siregar, dengan menurunnya penyeberangan ini pihaknya bakal mengalihkan 6 kapal Feri penyeberangan keluar dari Tanjung Perak, Surabaya. “Nantinya ada 6 kapal feri dari 11 kapal yang masih beroperasi,” ungkapnya.

Sumber : Pos Kota


gravatar

Gabung Dengan Kami


gravatar

Reco Lanang

Arca yang terbuat dari batu andesip dengan ukuran tinggi 5,7 meter ini merupakan gambaran dari perwujudan salah satu Dhani Budha yang disebut Aksobnya yang menguasai arah mata angin sebelah timur. Agama Budha Mahayana mengenal adanya beberapa bentuk kebudhaan yaitu Dhyani Bodhisatwa dan manusi Budhi. Dhyani Budha digambarkan dalam perwujudan Budha yang selalu bertafakur dan berada di langit.

Dengan kekuatannya ia memancarkan seorang manusi Budha yang bertugas mengajarkan dharma di dunia. Tugas manusi budha berakhir setelah wafat dan kembali ke Nirwana. Demi kelangsungan ajaran dharma, Dhyani Budha memancarkan dirinya lagi ke dunia yaitu ke Dhyani Boddhisatwa. Setiap jaman mempunyai rangkaian Dhyani Budha, Boddhisatwa dan Manusi Budha. Di wilayah Trowulan sekarang sudah banyak pemahat-pemahat yang membuat arca seperti peninggalan kerajaan Majapahit,sehingga tidak sedikit orang dari luar daerah bahkan luar negeri yang memesan patung-patung seperti patung peninggalan dari kerajaan Majapahit.
Lokasi : Desa Kemloko Kecamatan Trawas 40 km dari Kota Mojokerto.

sumber : http://putramaja.tripod.com/Mojokerto/mokerA.htm


gravatar

Satpol PP Bisa Digugat "Class Action"

Petugas Satpol PP Kota Mojokerto bisa diajukan dalam gugatan class action terkait aksi penertiban terhadap para pedagang kaki lima yang dilakukan. Hal itu setelah sejumlah pedagang yang ditertibkan pada Rabu (26/8) mengatakan bahwa setiap bulannya mereka menyetor sejumlah uang pada petugas Satpol PP.

Sejumlah pedagang di Jalan Bhayangkara, Kota Mojokerto, mengatakan, sejumlah petugas Satpol PP kerap datang dalam periode yang tidak bisa ditentukan. Mereka bisa saja datang sendiri atau berombongan.

"Bahkan kadang mereka datang sambil mabuk. Kadang alasannya mau pinjam uang, kan ya tidak pantas memakai seragam jika seperti itu," sebut Nyonya Imron, pengelola toko pembuat pakaian di kawasan tersebut. Sembari terisak ia menyatakan kerap kali menyaksikan sejumlah petugas Satpol PP datang dengan tujuan meminta uang menggunakan berbagai alasan.

Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Mojokerto (AMPM) Iwut Widiantoro menyebutkan, para pedagang bisa meminta pertanggungjawaban Satpol PP Kota Mojokerto. Pasalnya, sekalipun dilakukan sebagian petugas Satpol PP, hal tersebut dilakukan dengan menggunakan seragam.

"Pedagang tahunya ya lembaga, otomatis lembaganya yang perlu dipersalahkan. Kalau tidak mau tanggung jawab, (digugat) class action saja," ujar Iwut.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Mojokerto Happy Dwi Prastiawan menyatakan bakal mencari tahu fakta di lapangan terkait dugaan pungutan liar yang dilakukan anggotanya. Ia menjanjikan bakal memberikan sanksi pada anggotanya yang terbukti melakukan tindakan tidak terpuji itu.

Sumber : Kompas


gravatar

Dilantik, Dewan Langsung Terima Gaji

Tadi malam, anggota DPRD Kota Mojokerto periode 2009-2014 resmi dilantik di Kantor DPRD Jl Gajah Mada pukul 20.00. Dengan disaksikan para undangan yang hadir, baik dari unsur Muspida maupun keluarga, 25 anggota dewan mengucapkan sumpah janji jabatan selama lima tahun.

Namun jika dibandingkan anggota dewan sebelumnya, baik dalam soal fasilitas maupun gaji sepertinya tidak ada yang istimewa. Justru untuk penunjang kedinasan, mereka hanya mengandalkan mobil dinas (mobnas) lama yang mengalir dari anggota dewan periode 2004-2009. Yang juga secara bersamaan resmi diberhentikan.

''Untuk anggota dewan baru ini tidak ada fasilitas yang berbeda. Pada dasarnya sama dengan dewan sebelumnya," terang Sekretaris Dewan (Sekwan) Ken Purbayani. Dalam pelantikan sendiri, Ken Purbayani berkesempatan membacakan SK Nomor 171.417/85/011 2009, tentang peresmian pemberhentian dan pengangkatan anggota DPRD Kota Mojokerto tahun 2009.

Fasilitas kedinasan yang tidak memiliki perbedaan adalah berupa mobil buatan tahun 2001. Diantaranya 3 mobil jenis Panther untuk pimpinan. Tiga mobil Panther bagi tiga komisi dan dua mobil jenis Carry yang bisa digunakan oleh setiap fraksi yang ada. ''Kenapa tidak ada fasilitas baru karena tidak pernah diusulkan sebelumnya. Bahwa anggota dewan baru ada fasilitas berbeda. Makanya, sekarang yang diterima masih sama," katanya.

Mobil pimpinan, menurut Ken Purbayani, memang diperuntukkan bagi tiga pimpinan baru pengganti Tatok Setyadi, HM. Qodri dan HM. Sochib. Diprediksi tiga mobnas yang sudah dikembalikan ke Setwan itu bakal digunakan oleh Mulyadi (PAN), Yunus Suprayitno (PDIP) dan Joko Afrianto (PD) yang akan diplot jadi ketua dan dua wakil ketua.

Bahkan, melalui lobi-lobi antar partai, nama ketiganya sebelumnya sudah disepakati untuk menduduki kursi pimpinan sementara. ''Setahu saya Pak Mul (Mulyadi, Red) yang akan menggantikan nanti. Tapi bagaimana susunan pimpinan tanya pada yang bersangkutan," jelasnya.

Sedangkan fasilitas mobnas lainnya dipastikan akan digunakan oleh tiga komisi dan 7 fraksi yang ada. Diantaranya Komisi I, II dan Komisi III. Untuk 7 fraksi tersebut yaitu FPAN, FPDIP, FPD, FKB, dan FPG. Serta dua fraksi gabungan terdiri atas PPP, PKS, Hanura, PKNU, PKPI dan PPRN. ''Soal siapa yang memegang setelah alat kelengkapan kedudukan disusun oleh dewan," paparnya.

Disinggung mengenai adanya aset milik pemkot yang belum dikembalikan oleh dewan lama, Ken mengaku sejauh ini tidak ada masalah. Sebab, dari beberapa mobnas yang telah disebutkan, yang belum dikembalikan hanya dari komisi I yang dipegang oleh Ketua Komisi, Sugeng Sudarno. Termasuk fasilitas laptop yang dipegang pimpinan, komisi dan anggota fraksi.

''Saya rasa tidak ada masalah. Memang masih ada 1 unit mobil yang masih dipegang Pak Sugeng. Tapi beliaunya kan terpilih lagi. Mungkin sehabis dilantik akan ditata kembali," imbuhnya.

Sementara tidak ada perubahan pada anggoya dewan baru adalah gaji tetap yang diterima setiap satu bulan sekali. Seiring belum ada payung hukum dari Mendagri, wacana kenaikan gaji dalam waktu dekat belum akan terwujud. Praksis dewan baru hanya akan menerima gaji tidak lebih dari sebelumnya. Yakni Rp 11 juat per bulan. Termasuk tunjangan keluarga, beras, kesehatan dan perumahan.

''Soal wacana kenaikan gaji kita belum berani bersikap apa-apa. Sebab harus ada payung hukum dulu. Baru kita ajukan kenaikan gajinya sesuai kemampuan APBD," terang Ken Purbayani.

Meski tidak mendapat fasilitas serba baru dan mewah, namun tidak lama setelah dilantik oleh Ketua PN Mojokerto, Sudharmawatiningsih, senyum para wakil rakyat ini langsung mengembang. Menyusul, per-1 September ini mereka langsung menerima gaji plus berbagai macam tunjangan.

''Waktunya memang 1 September. Hanya kemungkinan ada molornya beberapa hari. Karena masih dalam proses," akunya. ''Saya rasa tidak ada masalah. Karena mereka (dewan baru) bisa memaklumi," tandasnya.

Sumber : Jawa Pos


gravatar

Antrean Minyak tanah yang Tak Pernah Habis

Tersendatnya distribusi program konversi minyak tanah (mitan) ke gas elpiji di Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto terus mengakibatkan keresahan di kalangan masyarakat. Untuk sekadar memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka tetap menggandalkan mitan.

Seperti di salah satu pangkalan mitan yang ada di Jl Gajah Mada Kota Mojokerto. Pangkalan ini masih menjadi serbuan warga. Kemarin misalnya, karena warga yang khawatir tidak mendapatkan jatah, rela mengantre hingga berjam-jam.

Namun, di tengah antrean itu, sempat terjadi insiden kecil. Seorang warga nekat menerobos antrean untuk mendapatkan posisi terdepan. Akibatnya, warga yang berada di antrean sempat meneriaki orang tersebut supaya kembali ke posisi belakang. ''Hai antre dulu. Jangan main serobot," teriak salah salah satu warga.

Beruntung insiden itu tidak berlangsung lama. Setelah pihak pengelola pangkalan menginggatkan orang yang menyerobot lebih dulu ikutan antre. ''Kalau main serobot seperti itu kasihan warga yang dari pagi antre," celoteh seorang sembari bergumam semua yang antre seraya menjalani puasa Ramadan.

Dalam pangkalan mitan warga hanya mendapat jatah maksimal 10 liter per orang. Satu liter mitan dihargai Rp 2.850. Itu pun bagi mereka yang bisa menunjukkan kartu pembelian mitan dari kelurahan.

Namun, bagi yang tidak memegang kartu mendapatkan jatah yang lebih sedikit. Bergantung sisa mitan yang tersisa. ''Kalau seperti saya yang tidak bawa kartu paling bisa dapat 3 liter. Itu pun kalau kebagian," ujar Khusni, warga Lingkungan Tropodo, Kelurahan Meri, Kecamatan Magersari.

Belum jelasnya distribusi program elpiji memang cukup memberatkan warga. Betapa tidak, untuk memenuhi kebutuhan memasak mereka hanya bisa menggunakan mitan. Padahal, kata Khusni, harga mitan di tingkat eceran cukup mahal antara Rp 4.000-Rp 4.500 per liter. ''Lalu kapan elpiji itu dibagikan?" tanya Khusni mengeluh.

Hal yang sama juga dirasakan Diyah, warga Kelurahan Meri. Bahkan, dia justru menanyakan kenapa warga yang tinggal di Kecamatan Magersari belum mendapat bagian program konversi. Padahal, di Kecamatan Prajurit Kulon paket elpiji itu sudah dibagikan pada warga. Meski belum dilengkapi regulator dan slang.

''Kalau terus antre seperti ini kan susah. Ya kalau dapat, kalau tidak?" kata Diyah dengan nada kesal.

Karenanya, agar menjelang Lebaran nanti kebutuhan bahan bakar memasak tidak jadi masalah, warga lantas mendesak pada surveyor maupun Kecamatan Magersari untuk segera membagikan. Tentunya lengkap dengan tabung, kompor elpiji, regulator dan slang. ''Biar tidak seperti ini terus (susah, Red). Belum lagi harga mitan sekarang sangat mahal," ujarnya.

Sumber : Jawa Pos


gravatar

Kecam Malaysia

Klaim bahwa Tari Pendet milik Malaysia memicu reaksi. Puluhan anak-anak anggota komunitas Sanggar Tari Lung Ayu Desa Sengon, Selasa (25/8) kemarin menggelar aksi. Para penari cilik itu berjalan kaki di Jl Dr Wahidin Sudiro Husodo sembari membawa poster berisi protes kepada pemerintah Malaysia dan Indonesia. Antara lain: Malaysia Akui Tari Pendet, Sama Saja Menginjak-Injak Indonesia; Malaysia Nggak Kreatif, Sukanya Njiplak; Seret Malaysia ke Mahkamah Internasional. ''Gerakan ini untuk menyadarkan generasi muda Indonesia akan kekayaan khazanah budaya yang selama ini terabaikan,'' ujar Wiji Mulyo Maradianto, pengasuh Sanggar Tari Lung Ayu.

Dikatakan, klaim Tari Pendet oleh Malaysia ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Lagu Rasa Sayange, Tari Reog Ponorogo dan kesenian Angkung juga diklaim sebagai produk budaya asli Malaysia. ''Pemerintah daerah juga harus aktif merawat kesenian rakyat agar muncul generasi penerus yang peduli budaya lokal.''

Usai berjalan kaki dan berhenti di pelataran PSBR, anggota komunitas menari bersama.

Sumber : Jawa Pos


gravatar

Testimonial


Terima kasih telah mengunjungi Situs Wong Mojokerto. Silakan Isi Testimonial situs ini untuk kemajuan kedepannya. Saran dan Kritik sangat kami harapkan.




gravatar

Candi Wringin Lawang

Candi ini diperkirakan sebagai pintu gerbang utama untuk masuk ke komplek kerajaan Majapahit. Bentuknya berupa gapura belah ( candi Bentar ). Bangunan ini terbuat dari batu bata dengan ukuran tinggi 13,7 m panjang 13 m lebar 11m.

Menurut cerita rakyat gapura Wringin Lawang merupakan salah satu bapura masuk ke alun-alun Mojopahit. Di dekat gapura dahulu juga dilengkapi dengan paseban,yaitu tempat menunggu bagi orang-orang yang akan sowan kepada raja. Candi ini dikenal dengan Candi Wringin Lawang, konon dulu didekat candi ini tumbuh dua pohon beringin berjajar yang besar. Candi ini terletak di Desa Jati Pasar, Kecamatan Trowulan, di tepi jalan Raya Surabaya, Jombang mudah dijangkau baik dengan angkutan umum atau kendaraan pribadi ataupun kendaraan roda dua(motor).

Sumber : http://putramaja.tripod.com/Mojokerto/mokerA.htm


gravatar

Melongok Pengamal Shalawat Wahidiyah di Pesantren At-Tahdzib, Rejoagung

APABILA rutin melakukan perjalanan Ngoro-Kandangan, jangan heran jika suatu ketika mendapati kemacetan di jalan raya yang berada tepat di sisi PA di Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro. Karena setiap tahun, pesantren tersebut selalu menggelar mujahadah kubra pengamal shalawat wahidiyah yang senantiasa menyedot puluhan ribu jamaah. Sehingga kerap meluber hingga ke jalan raya yang berjarak 200 meter dari lokasi pesantren.

Belakangan ini jumlah pedagang yang memadati sekitar lokasi mujahadah semakin bertambah banyak. Sehingga membuat jalanan tampak seperti sedang digelar bazar. Mujahadah kubra itu sendiri biasa digelar selama empat hari dalam setiap penyelenggaraan.

''Mujahadah kubra rutin kita gelar dua kali setiap tahun. Yakni setiap bulan Sura dan Rajab,'' terang KH Ahmad Masruh, pengasuh PA yang juga salah satu pengurus DPP PSW.

Biasanya, pada hari pertama sampai ketiga, setidaknya 10 ribu sampai 20 ribu jamaah memadati lokasi mujahadah kubra setiap malam. ''Pada hari terakhir mujahadah yang hadir bisa sampai 50 ribu,'' tuturnya. Mereka berasal dari seluruh penjuru Indonesia.

Karena DPP PSW telah memiliki 18 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) setingkat provinsi dan tidak kurang 200 Dewan Pengurus Cabang (DPC) setingkat kabupaten/kota. ''Kita punya perwakilan istimewa di DKI yang mengurusi para jamaah di luar negeri,'' urainya.

Hanya saja Masruh menegaskan bahwa pengamal shalawat Wahidiyah tidak memiliki keterikatan sebagaimana thariqoh. ''Shalawat Wahidiyah tidak seperti doa-doa lainnya yang harus digurukan. Jadi tidak ada guru, mursyid atau pun murid. Yang ada hanya muallif (penyusun, Red) dan pengamal. Jadi tidak pakai ijazah agar dapat mengamalkannya. Siapa pun boleh mengamalkannya. Termasuk orang-orang yang membeli teks shalawat wahidiyah di tempat umum,'' urainya.

Karena itu organisasi penyiar shalawat wahidiyah lebih banyak fokus dalam hal penyelenggaraan kegiatan-kegiatan semacam mujahadah. Tidak masuk dalam urusan personal pengamalnya. Sehingga pengamal bebas mengamalkan shalawat sesuai kehendaknya. Karena memang shalawat wahidiyah bukan wiridan wajib. ''Siapapun boleh mengamalkannya atau tidak,'' terangnya.

Uniknya, shalawat wahidiyah juga boleh diamalkan oleh orang-orang yang tidak beragama Islam. ''Perintah membaca shalawat dalam Alquran itu ditujukan pada orang beriman, bukan orang Islam. Dan semua agama punya keimanan,'' ungkapnya.

Dia pernah menjumpai beberapa orang nonmuslim mengamalkan shalawat wahidiyah saat sakit, memiliki masalah atau menghadapi problematika. Setelah masalahnya selesai, baru dia tergerak masuk Islam.

Tujuan pengamalan shalawat wahidiyah itu sendiri untuk membina akhlak, menjernihkan hati. Menjadikan hati bersih dan sadar pada Allah. Inti ajarannya sendiri ada dua. Yakni lillah, yang berarti semua dilakukan untuk Allah. Serta billah, yakni menyadari dalam hati bahwa semua yang memberi kemampuan ibadah dan berbuat adalah Allah.

Shalawat Wahidiyah disusun oleh KH Abdul Majid Ma'ruf Kedunglo Kediri dan mulai disebarkan pada 1963. Pesantren At-Tahdzib ditempati sebagai sekretariat pimpinan pusat sejak 1991 saat PA masih diasuh KH Ihsan Mahin. KH Ihsan Mahin mendirikan PA pada 1962, tepat bersamaan dengan tahun lahirnya KH Masruh.

''Bapak (KH Ihsan Mahin, Red) meninggal pada 2001 beberapa saat setelah Gus Dur lengser. Malah ada yang bilang karena kaget Gus Dur dilengserkan dari presiden,'' urai KH Masruh. Saat ini, PA memiliki 1200 santri yang menempuh pendidikan formal mulai MTs sampai perguruan tinggi dan pendidikan diniyah sampai jenjang ke sembilan. ''Kurikulum tentang shalawat saya berikan khusus pada siswa kelas terakhir,'' tukasnya.

Sumber : Jawa Pos


gravatar

Anggota Satpol PP Pungli Pedagang

Penertiban rumah makan (RM) dan warung-warung yang beroperasi saat Ramadan tanpa menggunakan penutup kemarin memunculkan temuan baru. Anggota Satpol PP Pemkot Mojo­kerto disebut-sebut kerap melakukan pungutan liar (pungli) ter­hadap pedagang kaki lima (PKL).

Tidak tanggung-tanggung, pungli yang berlangsung sudah lama itu diduga Rp 50 ribu per bulan de­ngan dalih sebagai uang pengamanan. Itu diketahui saat satpol PP menertibkan PKL yang berjualan di trotoar pada Rabu kemarin (26/8). ''Mengapa kami yang sudah ditarik Rp 50 ribu kok masih digusur,'' keluh Rz, salah seorang pekerja penjual makanan gorengan di Jl Bhayangkara.

Mulanya, berkaitan dengan bulan suci Ramadan, sesuai instruksi Wali Kota Mojokerto Abdul Gani Soehartono, satpol PP menggelar patroli rutin sembari mengawasi RM dan warung yang beroperasi tanpa menggunakan penutup. Termasuk menertibkan PKL yang berjualan di trotoar atau fasilitas umum (fasum). Salah satu di antaranya, menggusur pedagang gorengan di Jl Bhayangkara dengan cara mengundurkan rombong keluar trotoar.

Kontan, karyawan dan pengelola berinisial Ud berusaha membujuk petugas agar diberi waktu. Sebab, saat itu banyak pembeli. Tetapi, usaha yang dilakukan sia-sia. Sesuai ketentuan, petugas memindahkan paksa rombong dari jalur trotoar. ''Saya tidak tahu mengapa me­reka bisa begitu. Padahal, setiap bulan mereka datang ke sini dan meminta uang,'' jelas Rz.

Tetapi, saat dintanya bukti du­gaan pungli yang dikeluhkan, Rz menyatakan tidak ada. Sebab, setiap meminta uang, petugas tidak pernah meninggalkan kuitansi atau bukti lain. ''Tidak ada karcis atau kuitansi," jelasnya.

Disinggung identitas anggota satpol PP yang biasa melakukan pungli, perempuan tersebut menyebut inisial Am. Bahkan, karena sudah berlangsung lama pada saat meminta anggota tersebut terkadang dalam kondisi mabuk. ''Ulah seperti itu kan tidak pantas dilakukan oleh petugas," paparnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Satpol PP Happy Dwi Prastiyawan mengatakan, berjualan di trotoar atau fasilitas umum memang tidak diperbolehkan. Namun, soal adanya anggota satpol PP yang terlibat pungutan liar, dia mengatakan belum tahu. '' Nanti kami cek dulu,'' katanya.

Meski tidak mengelak bahwa dalam satpol PP terdapat petugas ber­inisial Am, atas tudingan pungli tersebut pihaknya tidak gegabah da­lam mengambil tindakan. Sebab ha­rus dicek dan dilakukan klarifi­kasi terlebih dahulu.

Sumber : Jawa Pos


gravatar

10 Mobdin Masih Nyantol

Lengser, Dewan 2004-2009 Masih Nggandoli

Kendati sudah lengser, fasilitas yang selama ini disediakan untuk dewan Kabupaten Mojokerto 2004-2009 belum seluruhnya dikembalikan. Tercatat, baru tiga unit mobil dinas (mobdin) pimpinan dan empat laptop komisi yang sudah diserahkan. Selebihnya, masih dipakai dan sebagian lagi sudah pindah tangan melalui proses dem-deman beberapa waktu lalu.

Mobil pimpinan yang sudah dikembalikan antara lain, dua unit mobil Toyota Altis dan satu unit lagi Toyota Innova. Toyota Altis selama ini dipakai Ketua DPRD, Sirodji Achmad dan Wakil Ketua, Sriatin, sedangkan Toyota Innova dipakai Wakil Ketua, Moejiono.

''Laptop yang dipakai komisi semuanya sudah dikembalikan,'' ungkap Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten Mojokerto, Nurhayati Maulydiah kemarin.

Sedangkan, mobdin yang selama ini dipakai komisi dan fraksi, hingga kemarin belum ada yang dikembalikan. Sesuai jumlah komisi, mobdin tersebut untuk Komisi I, II, III dan IV. Mobdin untuk Komisi I masih dipakai dewan lama yang terpilih kembali untuk lima tahun ke depan. ''Mobdin untuk komisi adalah Toyota Kijang LSX tahun 2000. Hanya Komisi II yang pakai Avanza. Untuk Komisi II, mungkin minggu ini dikembalikan,'' katanya.

Namun, Nurhayati tak menampik, kalau ada dua unit mobil komisi yang sudah berpindah tangan. Antara lain, mobil Kijang tahun 2000 untuk Komisi II dan Komisi IV. Mobdin tersebut sudah di-dem dengan harga sekitar Rp 69 juta. Mobil tersebut dipakai Ketua Komisi II saat itu, Ani Makhnunah dan Ketua Komisi IV, Yazid Qohar. ''Sampai sekarang, belum ada penggantinya,'' katanya.

Terhadap mobil fraksi, Nurhayati mengaku, sudah meminta agar segera dikembalikan. Mobil yang rata-rata jenis Carry tahun 1994-1995 itu berjumlah enam unit. Antara lain, untuk FKB, FPDIP, Fraksi Partai Demokrat (FPD), FPPP, Fraksi Partai Golkar (FPG) dan Fraksi Amanat Reformasi (FAR). ''Sudah tidak ada masalah. Kami sudah mengirimkan surat pemberitahuan,'' ujarnya.

Anggota dewan Kabupaten Mojokerto periode 2004-2009 resmi lengser 24 Agustus 2009. Hal itu bersamaan dengan pelantikan dewan baru 2009-2014. Sehingga, mereka sudah tidak berhak lagi atas fasilitas yang sebelumnya dipakai.

Sumber : Jawa Pos


gravatar

Budayawan Mojokerto Gagas Monumen Mbah Surip

Budayawan dan Seniman Mojokerto menggagas pembangunan monumen Mbah Surip sebagai penanda eksistensi kesenian dan kesenimanan sehingga semangat Mbah Surip dalam melakoni kehidupan kesenian dan kesenimanannya dapat membangkitkan kesenian di wilayah Mojokerto.

Konsep pembangunan monumen Mbah Surip yang digagas oleh budayawan dan seniman yang didukung oleh kalangan birokrat dan legislatif ini tidak sekadar monumen patung Mbah Surip. Namun, bagaimana monumen Mbah Surip itu nantinya menjadi pusat kreatif kesenian di Mojokerto. Demikian dikatakan Bagus Mahayasa, salah seorang seniman teater, Rabu (26/8) di Mojokerto.

Pada Kamis (27/8) pagi, budayawan dan seniman penggagas monumen Mbah Surip akan bertemu dengan Wali Kota Mojokerto untuk memaparkan konsep pembangunan monumen Mbah Surip di Kawasan Benteng Pancasila, Mojokerto.

Sumber : Kompas


gravatar

Pemandian Ubalan

Karena disamping lokasinya yang mudah dijangkau keadaan lingkungannya masih nampak alami. Pepohonan nampak subur dan menghijau mengelilingi obyek wisata ini, air kolam renang yang bersih dan sejuk sangat cocok untuk berenang dan menghilangkan stress.

Tempat ini juga dilengkapi dengan tempat mainan anak-anak sambil memandang pemadangan indah yang ada disekitarnya serta didepan tempat pemandian ini banyak warga sekitarnya menjajakan oleh-oleh khas Pacet antara lain yang berupa sayuran dan buah-buahan sehingga dapat membuat kita betah berlama-lama ditempat ini.
Lokasi : Desa Padusan Kecamatan Pacet, Mojokerto.

sumber : http://putramaja.tripod.com/Mojokerto/mokerA.htm


gravatar

Tanamkan Cinta Tanah Air pada Santri dan Warga Thariqoh

Pesantren Majmaal Bahrain, Pusat Pengembangan Thariqoh Shiddiqiyyah

KONTRIBUSI utama pesantren ini terhadap bangsa yang paling besar bisa jadi adalah keseriusannya mencetak kader-kader militan pembela tanah air. Lantaran kegigihannya ngugemi semangat nasionalisme sekaligus kebulatan tekad mereka untuk mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai suatu harga mati.

Tak heran jika mereka sangat geregetan dengan orang-orang yang anti dengan Pancasila maupun mencedarai kehidupan berbanga dan bernegara dengan cara apapun. ''Kiai selalu menekankan bahwa kita syahid jika sampai tewas saat membela bangsa dan negara,'' tegas Wadi Sutikno, salah satu pengajar di Pesantren Majmaal Bahrain.

Dalam setiap kesempatan menyampaikan pengajian baik kepada santri maupun pengikut thariqohnya, Kiai Muchtar juga senantiasa menanamkan nilai-nilai cinta tanah air. Baik saat mengisi pengajian khusus warga thariqoh Shiddiqiyyah tiap malam bulan purnama maupun pengajian umum saat peringatan hari besar Islam. Dan pengajian pada santri tingkat lanjut yang menempuh pendidikan Maqosidul Quran yang diasuh langsung Kiai Muchtar tiap pekan sekali.

Bahkan bagi warga thariqoh Shiddiqiyyah, cinta tanah air merupakan salah satu nilai yang harus benar-benar diamalkan. ''Untuk menjadi warga Thariqoh Shiddiqiyyah, ada delapan kesanggupan yang harus ditaati,'' ungkapnya. Yakni sanggup taat dan mengabdi pada Allah, Rosulullah, orang tua, pemerintah yang sah, negara yang didiami juga pada sesama manusia. Serta menghargai waktu dan mengamalkan ajaran thariqoh. ''Jika melanggar salah satu kesanggupan itu, berarti tidak lagi menjadi murid,'' tandasnya.

Bentuk cinta tanah air itu sendiri direalisasikan dalam beberapa hal. Diantaranya pendirian usaha yang memenuhi hajat hidup orang banyak semisal produksi air minum Maaqo. Juga pemberian santunan pada fakir miskin dan anak yatim serta warga kurang mampu lainnya. ''Selain memberi santunan, kita juga punya program memperbaiki rumah warga yang tidak layak,'' bebernya.

Bukan hanya itu, Kiai Muchtar juga senantiasa mengajak jamaahnya untuk berdoa demia nusa bangsa. ''Kiai selalu member isyarat setiap kali akan ada kejadian besar. Termasuk saat akan ada tsunami dan reformasi. Beliau selalu member sindiran dan mengajak berdoa. Kita sendiri seringkali baru sadar makna sindiran itu setelah peristiwa terjadi,'' terangnya.

Termasuk saat akan merebaknya flu babi, Kiai Muchtar juga mengajak warganya untuk memperbanyak doa tolak balak. Atau belakangan disebut dengan doa tolak flu babi.

Tekad Kiai Muchtar untuk menanamkan cinta tanah air pada santrinya terlihat dari ornamen-ornamen yang terdapat dalam pesantren. Pada beberapa bagian dinding pesantren, banyak tergores ajakan-ajakan ngugemi nasionalisme. Termasuk bunyi hadis: hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman, Red) yang terpampang besar di lapangan.

Di pesantren juga banyak monumen yang menguatkan nilai-nilai nasionalisme. Termasuk monumen Pancasila, burung garuda, sumpah pemuda, lagu kebangsaan Indonesia Raya bahkan wasiat terakhir WR Supratman.

Kiai Muchtar sendiri merupakan pejuang kemerdekaan yang pernah bergabung dengan Masyumi. Dia lahir pada 14 Oktober 1928 sehingga genap berusia. Dia masih segar bugar di usianya yang masuk 81 tahun. ''Sekarang ini jumlah santri ada 1.100 lebih,'' terang To'at, ketua Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah (YPS). Semua pendidikan di pesantren tersebut bernama Tarbiyah Hidzul Ghulam wal Banat (THGB) yang terdiri dari 12 kelas setara jenjang TK sampai SMA.

Sedangkan untuk jenjang perguruan tinggi bernama Maqosidul Quran. Semua kurikulum dan materi pelajaran disusun oleh Kiai Muchtar sendiri. Sampai saat ini, YPS telah terdapat di 19 provinsi dan dua di luar negeri yakni di Malaysia dan Singapura serta 116 kabupaten/kota dan 653 kecamatan.

Sumber : Jawa Pos


gravatar

Kerajinan Tangan dari Limbah dan Biji-bijian

Cari Bahan, Nyebur ke Rawa

Kreativitas Eni Dwi Susanti dan adiknya, Lucky Fitriansari, warga Kelurahan/Kecamatan Mojosari, patut diacungi jempol. Benda-benda yang menurut kebanyakan orang tak berguna disulap menjadi kerajinan tangan yang layak jual.

ABI MUKHLISIN, Mojokerto


---

DARI luar, rumah Eni -panggilan akrab Eni Dwi Susanti- terlihat sepi. Tak ada tanda-tanda ak­tivitas penghu­ninya. Namun, melihat berbagai macam hasil ke­rajinan tangan yang terpajang rapi di lemari kaca, bisa ditebak bahwa penghuninya adalah perajin. ''Silakan masuk,'' ungkap Eni yang mendadak muncul dari dalam.

Setapak melangkah ke ruang tamu, mata langsung disuguhi seabrek hasil kerajinan tangan. Di antaranya, bros, tempelan kul­kas, gantungan handphone, dan gantungan baju. ''Kerajinan ini saya buat dengan adik saya, Lucky. Sekarang dia masih ada di Malang (kuliah),'' katanya.

Bros, misalnya, dibuat Eni dari bahan limbah dan biji-bijian. Di antaranya, biji melon, biji bunga matahari, dan kelobot (kulit ja­gung). Melihat hasil yang ada, pembuatannya tentu membutuhkan keterampilan dan ketelatenan. Setelah melalui proses, bahan-ba­han itu dirangkai hingga menjadi bros. ''Biji-bijian itu dilem. Begitu juga kelobotnya,'' katanya.

Agar terhindar dari tumbuhnya jamur, kelobot yang sudah dilumuri pewarna tekstil diberi air kapur barus. Kelobot itu kemudian dipotong kecil-kecil dengan bentuk bulat. ''Kami pilih kelobot yang bagus. Yaitu, kelobot ba­gian luar. Itu kan kaku,'' katanya sembari menunjukkan bahan yang dimaksud.

Perempuan kelahiran 24 Januari 1981 tersebut mencari kelobot-kelobot itu bersama adik tercintanya di sawah. Mereka juga sering mencari kelobot di sekitar petani yang sedang panen jagung. ''Kelobotnya kan dibuang. Saya pernah mencari di Pungging,'' katanya.

Kalau biji-bijian, lulusan psi­ko­logi Unmuh tersebut memesan ke­pada penjual es jus. Setelah biji-biji itu terkumpul, dia akan meng­ambilnya. Namun, dia me­rasa ke­sulitan mencari biji buah-buahan yang munculnya musiman. ''Se­lain biji melon, ada biji srikaya, sirsak, petai kering, dan sogok telek. Biji sogok telek paling sulit dicari. Itu hanya ada di Malang,'' katanya.

Tak hanya limbah dan biji-bijian, tumbuhan yang menarik dan dirasa bisa disulap menjadi kerajinan akan diburunya. Untuk itu, dia bersama adiknya pernah nyebur ke rawa-rawa di Surodinawan. ''Saya di sana mencari ini,'' ungkapnya seraya menunjukkan suatu jenis rumput.

Bahkan, bunga cemara tak luput dari perburuannya. Dia mencarinya di sepanjang jalan menuju Trawas. Bunga tersebut biasanya dimanfaatkan untuk membuat hiasan kotak hantaran. ''Saya juga membuat kotak hantaran. Kotak-kotak itu dihias,'' katanya.

Saat ini, dia sudah mendapat pesanan. Maklum, setelah Lebaran, bakal banyak pesta perkawinan. ''Kalau ramai, saya kerjakan bersama keluarga,'' katanya.

Dengan memanfaatkan sapu lidi dan serabut palem, dia juga membuat jepit rambut. Begitu pula dengan tikar pandan. Dia mampu menyulapnya menjadi kotak kecil tempat bolpoin. ''Kami terbilang masih baru. Semua saya mulai pada 28 Maret 2009. Pemasarannya, masih dari teman ke teman,'' ungkapnya tersenyum tanpa bisa menyebut omzet.

Untuk kotak hantaran, tak semuanya memanfaatkan bahan baru. Kertas-kertas yang dipakai juga hasil daur ulang. ''Daur ulang kertas biasanya dikerjakan Lucky,'' katanya.

Sumber : Jawa Pos


gravatar

Sejarah Pengadilan Agama Mojokerto

Pengadilan Agama Mojokerto dibentuk berdasarkan Stablat 1882 Nomor 152. Tanggal ---, pada waktu itu namanya masih Jawatan Kepenghuluan, kemudian terjadi perubahan nama dan wilayah hukum serta lokasi Pengadilan Agama Mojokerto berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 1957.

Sejarah Singkat Pembentukan Daerah Tk.II di Wilayah PA Mojokerto.

Kalau kita menyimak sejarah berdirinya Kota Mojokerto, maka angan-angan kita tidak bisa lepas dari kebesaran kejayaan Kerajaan Majapahit pada masa Pemerintahan Sri Maharaja Hayam Wuruk dengan Mahapatihnya yang terkenal dengan Sumpah Palapanya yaitu Patih Gajah Mada.



Sejarah pembentukan Kota Mojokerto sendiri diawali pada jaman Hindia Belanda, sesuai dengan SK. Gubernur Jenderal Y. Van Limburg Strirrum yaitu Stablat 1918 Nomor 324 tanggal 20 Juli 1918. Menurut Surat Keputusan ini, Kota Mojokerto di bentuk sebagai Staat Sgemeente. Pada jaman Jepang status Kota Mojokerto berubah menjadi Sidi Pemerintah yang mempunyai Wilayah Sendiri. Kemudian antara tahun 1945-1990 Kota Mojokerto menjadi Daerah Kabupaten Mojokerto. Selanjutnya berdasarkan Undang-undang Nomor 17 Tahun 1950 ditetapkan sebagai Daerah Otonomi Kota Kecil Mojokerto status ini berakhir dengan dikeluarkannya Undang-undang Nomor I Tahun 1997 yaitu berubah menjadi Kota Kecil Mojokerto dan terakhir kembali ke status sebagai Kota Praja berdasarkan disesuaikan statusnya sebagaimana dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1974 Mojokerto dengan luas Wilayah 7,25 Km² kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 1982 luasnya ditambah dengan 6 Desa dari Wilayah Kabupaten Mojokerto hingga menjadi 16,46 Km² yang dulunya hanya 1 kecamatan maka sekarang menjadi 2 wilayah Kecamatan yaitu Kecamatan Prajuritkulon dan Kecamatan Magersari dan menurut data statistik tahun 2007 jumlah penduduknya mencapai 114.088 jiwa.

Dengan dikeluarkannya Undang-undang Nomor I Tahun 1997 dengan ditetapkannya Kota Kecil Mojokerto kembali ke status sebagai Kota Praja berdasarkan disesuaikan statusnya sebagaimana dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1974 maka Mojokerto dibagi atas 2 kepemerintahan yaitu Kota Mojokerto dan Kabupaten Mojokerto. Untuk Kabupaten Mojokerto luas wilayahnya adalah 826,6 Km² dengan jumlah penduduk pada tahun 2007 adalah 936.458 jiwa. Adapun hari jadi Kabupaten Mojokerto jatuh pada tanggal 9 Mei hal ini diambil dari sejarah yaitu pada saat Raden Wijaya (Raja Majapahit yang pertama) mulai mengatur strategi untuk melawan pasukan Tar-Tar dari Cina. Waktu ini merupakan titik awal kemenangan Diplomatik dan Militer di pihak Raden Wijaya karena mulai saat tersebut secara bertahap ia berhasil mengalahkan pasukan Tar-Tar dalam Tarikh Masehi peristiwa tersebut adalah tanggal 9 Mei 1293 akhirnya dengan Keputusan DPRD Daerah Tingkat II Kabupaten Mojokerto Nomor 9 Tahun 1993 tanggal 8 Mei 1993, Tentang Persetujuan Penetapan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto, maka Bupati Kepala Daerah Tingkat II Mojokerto dengan Penetapannya Nomor 230 tahun 1993 tanggal 8 Mei 1993 menetapkan bahwa hari jadi Kabupaten Mojokerto jatuh pada tanggal 9 Mei 1293. Demikianlah sejarah singkat keberadaan Kota dan kabupaten Mojokerto yang menjadi wilayah hukum Pengadilan Agama Mojokerto. Sejarah pembentukan Pengadilan Agama Mojokerto.

Pengadilan Agama Mojokerto sudah ada sejak tahun 1882 yaitu berdasarkan Stablat 1882 nomor 152 dimana waktu itu namanya Kepenghuluan yang waktu itu masih menjadi satu dengan Residen/Bupati dan menempati salah satu ruangan di Pendopo Kabupaten yang bernama ruang pusaka. Dan yang menjadi Ketua/Kepala Penghulu waktu itu adalah K.H. zulkifli hal ini berlangsung hingga tahun 1892 dan tahun 1892 Ketuanya di Jabat oleh kiyai Abdullah hingga masa penjajahan.

Pengadilan Agama Mojokerto saat itu masih tetap berada di Lingkungan Pendopo kabupaten Mojokerto dan pada tahun 1916 Ketua Pengadilan Agama Mojokerto di jabat oleh Kiyai Abu Bakar sampai dengan tahun 1932, tahun 1933 terjadi lagi pergantian Ketua dari Kiyai Abu Bakar kepada HM. Sulaiman. Kemudian tahun 1942 (jaman Jepang) lokasi/Kantor Kepenghuluan/Pengadilan Agama pindah dari ruang pusaka pendopo Kabupaten Mojokerto ke Serambi Sebelah Utara Masjid Jami’ Al-Fatah Mojokerto. Di tempat ini Pengadilan Agama tetap melaksanakan tugasnya hingga sampai masa kemerdekaan

Pada masa kemerdekaan Pengadilan Agama Mojokerto tetap menempati Serambi masjid jami’ Al-Fatah dan ketuanya waktu itu di jabat oleh Kapten Syua’aib Said menggantikan HM. Sulaiman antara tahun 1947 sampai tahun 1950 hal ini terus berlangsung hingga tahun 1971. Selama masa itu telah terjadi pergantian Ketua yaitu dari kapten Syua’aib Said kemudian K.H.M Hasyim (tahun 1950-1963), KH. Machfudz Anwar (tahun 1967-1980). Pada tahun 1971 Pengadilan Agama Mojokerto pindah tempat dari Serambi masjid Jami’ Al-Fatah ke Desa Sooko yaitu menempati/menjadi satu dengan Kantor Perwakilan Agama Kabupaten Mojokerto, menempati salah satu ruangan di Kantor Perwakilan Departeman Agama tersebut sampai dengan tahun 1974

Pada tahun pertengahan 1974 pengadilan Agama Mojokerto pindah ruangan dari salah satu ruangan Departemen Agama pindah ke Aula Departemen Agama namun masih dalam satu atap, di Aula ini Pengadilan Agama Mojokerto melaksanakan sidang-sidangnya hingga tahun 1979. Pada tahun 1979 Pengadilan Agama Mojokerto menempati Rumah Dinas pemberian (hibah) dari Pemerintah Daerah Kabupaten Mojokerto yang lokasinya masih satu komplek dengan Departemen Agama (rumah dinas dijadikan sebagai kantor) baru tahun 1980 Pengadilan Agama mendapat proyek untuk balai Sidang Pengadilan Agama Mojokerto yang lokasinya dekat (didepannya) rumah dinas yang sedang ditempati sebagai kantor saat itu yang selanjutnya antara rumah dinas pemberian Pemerintah Daerah tersebut dengan Balai Sidang digabung (disambung) menjadi satu atap hingga sekarang.

Masa Berlakunya Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989.

Sampai dengan berlakunya Undang-undang Nomor 7 tahun 1989 Pengadilan Agama Mojokerto tetap menempati kantor yang lokasinya terletak di Jalan R.A. Basuni No. 21 Mojokerto lokasinya sama satu komplek dengan departemen Agama Kabupaten Mojokerto. Pengadilan Agama tetap menempati kantor yang terdiri dari Balai Sidang dan Rumah Dinas sebagaimana yang telah diuraikan diatas tadi hingga sekarang ini. Kemudian pada tahun 1985 Pengadulan Agama Mojokerto telah mendapatkan tanah pemberian dari Pemerintah daerah Kotamadya Mojokerto seluas kurang lebih 2000 M² terletak dijalan Raya Prajurit Kulon No. 17 Kecamatan Prajuritkulon Kotamadya Mojokerto dan sebagaimana diantaranya telah dibangun Rumah dinas Pengadilan Agama Mojokerto, kemudian tahun 1999 dan tahun 2000 dibangun kantor Pengadilan Agama Mojokerto dan sejak tanggal 01 Maret 2001 Pengadilan Agama Mojokerto telah menempati kantor baru tersebut.

Kemudian pada tahun 2007 dengan berdasarkan surat Keputusan Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung RI NOmor : 25/S-Kep/BUA-PL/V/2007 tanggal 24 Mei 2007 Gedung Pengadilan Agama Mojokerto dihapus karena gedung Pengadilan Agama Mojokerto dianggap sudah tidak layak lagi sebagai gedung Pengadilan yang berwibawa dan kemudian dibangun gedung baru Pengadilan Agama Mojokerto Tahap I dengan dana DIPA Nomor : 0199.0/005-01.0/XV/2007 tanggal 31 Desember 2006 dan alokasi dananya sebesar Rp 1.524.000.000,- lalu dilanjutkan pembangunannya pada tahap II pada tahun anggaran 2008 dengan dana DIPA Nomor : 0199.0/005.01.0/XV/2008 tanggal 31 Desember 2007 dengan alokasi dananya sebesar Rp 1.120.000.000,-

Sumber : http://www.pa-mojokerto.go.id